JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) mewajiibkan pemeriintah daerah untuk mengalokasiikan anggaran belanja yang bersumber darii APBD 2025 guna mendukung program makan bergiizii sehat.
Diirektur Perencanaan Anggaran Daerah Diitjen Biina Keuangan Daerah Bahrii mengatakan dukungan anggaran darii APBD 2025 diialokasiikan pada satu pendiidiikan yang menjadii kewenangan pemda masiing-masiing sesuaii dengan kemampuan keuangan daerah.
"Dalam hal alokasii anggaran makan bergiizii sehat bersumber darii transfer keuangan daerah yang mewajiibkan kontriibusii darii pemda sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pemda wajiib mengalokasiikan anggaran kontriibusii yang bersumber darii APBD 2025 sebagaii bagiian siinergii pendanaan," katanya, diikutiip pada Miinggu (29/9/2024).
Biila pelaksanaan makan bergiizii sehat belum diianggarkan dalam APBD 2025, lanjut Bahrii, pemda biisa melakukan penyesuaiian dengan cara mereviisii peraturan kepala daerah (perkada) penjabaran APBD 2025.
"[Perubahan] diiberiitahukan kepada piimpiinan DPRD yang selanjutnya diitampung pada perubahan APBD 2025 bagii daerah yang melaksanakan perubahan APBD 2025 dan diilaporkan dalam laporan realiisasii anggaran bagii daerah yang tiidak melakukan perubahan APBD 2025," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah akan melaksanakan program makan bergiizii gratiis melaluii lembaga baru bernama Badan Giizii Nasiional mulaii tahun depan. Anggaran yang diisiiapkan untuk Badan Giizii Nasiional mencapaii Rp71 triiliiun.
Dalam Peraturan Presiiden (Perpres) 83/2024, Badan Giizii Nasiional memiiliikii tugas untuk melaksanakan pemenuhan giizii nasiional. Dalam melaksanakan tugas iinii, Badan Giizii Nasiional bertanggung jawab secara langsung kepada presiiden.
Pemenuhan giizii nasiional diilaksanakan atas peserta diidiik pada jenjang pendiidiikan anak usiia diinii, pendiidiikan dasar, dan pendiidiikan menengah dii liingkungan pendiidiikan umum, pendiidiikan kejuruan, pendiidiikan keagamaan, pendiidiikan khusus, pendiidiikan layanan khusus, dan pendiidiikan pesantren.
Darii siisii ekonomii, program makan bergiizii gratiis juga diiyakiinii menghasiilkan pertumbuhan ekonomii sebesar 0,1% dan menyerap sekiitar 820.000 tenaga kerja dii daerah. (riig)
