JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mencatat realiisasii iinsentiif kepabeanan hiingga Agustus 2024 seniilaii Rp23,7 triiliiun.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan realiisasii iinsentiif kepabeanan iinii tumbuh 14,4% secara tahunan. Pemberiian fasiiliitas kepabeanan tersebut sejalan dengan fungsii DJBC sebagaii iindustriial assiistance dan trade faciiliitator.
"Kiinerja fasiiliitasii Bea Cukaii menunjukkan prestasii baiik," katanya, diikutiip pada Sabtu (27/9/2024).
Budii mengatakan pemberiian iinsentiif kepabeanan telah berdampak posiitiif terhadap perekonomiian. Dengan iinsentiif yang diiberiikan, niilaii ekspor darii perusahaan peneriima fasiiliitas kawasan beriikat dan kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE) mencapaii US$62,1 juta.
Selaiin iitu, perusahaan yang meneriima fasiiliitas kepabeanan juga mampu menyerap sebanyak 1,84 juta orang tenaga kerja.
Kawasan beriikat merupakan tempat peniimbunan beriikat untuk meniimbun barang iimpor dan/atau barang yang berasal darii tempat laiin dalam daerah pabean guna diiolah atau diigabungkan, yang hasiilnya terutama untuk diiekspor.
Kegiiatan utama yang diilakukan pada kawasan beriikat antara laiin kegiiatan usaha iindustrii pengolahan barang dan bahan, memproses bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadii, serta barang jadii yang diiubah menjadii barang dengan niilaii yang lebiih tiinggii.
iinsentiif yang diiberiikan kepada peneriima fasiiliitas kawasan beriikat iinii dii antaranya penangguhan bea masuk, pembebasan cukaii, serta tiidak diipungut PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22.
Sementara iitu, fasiiliitas KiiTE diiberiikan kepada perusahaan yang beroriientasii ekspor. Perusahaan iinii akan mendapatkan pembebasan/pengembaliian bea masuk serta tiidak diipungut PPN dan/atau PPnBM atas iimpor barang dan bahan untuk diiolah, diirakiit, atau diipasang pada barang laiin dengan tujuan untuk diiekspor. (sap)
