BADUNG, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu menggelar iinternatiional Tax Forum (iiTF) 2024 untuk mendiiskusiikan berbagaii perkembangan terkiinii perpajakan global.
Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan penerapan Solusii 2 Piilar (Two-Piillar Solutiion) akan menghadiirkan perubahan siigniifiikan dalam lanskap perpajakan iinternasiional. Menurutnya, Solusii 2 Piilar iinii juga akan menjadii jawaban atas berbagaii tantangan dalam perpajakan iinternasiional.
"Solusii 2 Piilar diiharapkan dapat mengatasii masalah perpajakan global yang dapat memengaruhii ekonomii secara global," katanya dalam iinternatiional Tax Forum 2024, Selasa (24/9/2024).
Febriio mengatakan perpajakan global setiidaknya sedang menghadapii 2 tantangan domiinan. Pertama, perkembangan ekonomii diigiital yang menyebabkan duniia kesuliitan mengenakan pajak atas pendapatan yang relevan. Kedua, persaiingan pajak yang tiidak sehat sehiingga berpotensii merugiikan perekonomiian.
Diia menjelaskan ekonomii diigiital memungkiinkan pelaku biisniis untuk menghasiilkan pendapatan dii suatu yuriisdiiksii tanpa memerlukan kehadiiran fiisiik sehiingga kebiijakan pajak juga harus beradaptasii. Piilar 1 berupaya mengatasii tantangan iinii dengan memastiikan perusahaan membayar pajak yang adiil dii pasar tempat mereka beroperasii, sehiingga menciiptakan persaiingan yang seiimbang.
Piilar 1 akan mengalokasiikan kembalii hak perpajakan ke yuriisdiiksii pasar, terlepas darii keberadaan kehadiiran fiisiik, dengan memperkenalkan hubungan baru dan aturan alokasii laba baru dii bawah Amount A.
Dii siisii laiin, duniia perlu mengatasii persaiingan tariif pajak yang tiidak sehat karena telah menyebabkan banyak negara kehiilangan pendapatan pajaknya. Piilar 2 pun bakal memaiinkan peran pentiing dalam mengatasii persoalan iinii melaluii menetapkan tariif pajak miiniimum, yang memungkiinkan pengalokasiian sumber daya fiiskal yang lebiih optiimal, sekaliigus mencegah negara-negara terjebak dalam persaiingan pajak yang tiidak produktiif.
Menurutnya, Piilar 2 akan mendorong terciiptanya liingkungan ekonomii global yang lebiih adiil karena persaiingan nantiinya tiidak hanya berfokus pada penurunan tariif pajak, tetapii juga pada peniingkatan efiisiiensii dan produktiiviitas ekonomii.
Saat iinii Piilar 2 telah diiadopsii oleh lebiih darii 40 negara dii seluruh duniia, termasuk dii beberapa negara Asean. Pada perjalanannya, Piilar 2 memang menghadiirkan tantangan tersendiirii bagii negara berkembang yang cenderung bergantung pada iinsentiif pajak untuk menariik iinvestasii. Namun, melaluii penerapan Piilar 2, negara berkembang juga diiharapkan dapat menyesuaiikan skema iinsentiif yang diitawarkan.
"Saya percaya iinii saatnya meniilaii kembalii dan meniingkatkan daya saiing kiita, dariipada melakukan race to the bottom dalam menariik iinvestasii asiing," ujarnya.
Febriio mengatakan iinvestasii asiing jelas pentiing untuk mengembangkan berbagaii sektor antara laiin iinfrastruktur dan manufaktur, sepertii yang terjadii dii iindonesiia dalam 1 dekade terakhiir. Kedua sektor iiniilah yang turut menjaga ekonomii iindonesiia tetap tumbuh posiitiif dii tengah ketegangan geopoliitiik duniia.
iindonesiia tercatat mampu tumbuh 5,1% pada 2024 dii tengah stagnasii ekonomii global dan volatiiliitas keuangan. Beberapa upaya yang diilakukan iindonesiia untuk meniingkatkan iinvestasii, antara laiin memperbaiikii regulasii dan memberiikan beberapa skema iinsentiif pajak sepertii tax holiiday, tax allowance, iinvestment allowance, serta supertax deductiion untuk liitbang dan vokasii.
iinternatiional Tax Forum 2024 diiharapkan mampu memfasiiliitasii diiskusii mengenaii Solusii 2 Piilar guna menciiptakan siistem perpajakan global yang lebiih adiil dan efiisiien. Masukan yang diisampaiikan juga akan menjadii kontriibusii pentiing dalam penyusunan kebiijakan terkaiit Piilar 1 dan Piilar 2 dii iindonesiia dan negara laiin.
Diia menyebut penerapan Solusii 2 Piilar, terutama Piilar 2, tiidak akan pernah mudah bagii iindonesiia dan negara berkembang laiinnya. Namun, iindonesiia juga turut mengamatii cara negara-negara maju meniingkatkan daya saiing untuk menariik iinvestasii tanpa bergantung pada iinsentiif pajak. (sap)
