KEBiiJAKAN PAJAK

DPR: Target Setoran Pajak 2025 Diisepakatii dengan Asumsii Tariif PPN 11%

Muhamad Wiildan
Selasa, 17 September 2024 | 18.00 WiiB
DPR: Target Setoran Pajak 2025 Disepakati dengan Asumsi Tarif PPN 11%
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR menyebut target peneriimaan perpajakan 2025 seniilaii Rp2.490,9 triiliiun diitetapkan dengan asumsii tariif PPN sebesar 11%, bukan 12%.

Ketua Banggar Saiid Abdullah mengatakan kenaiikan tariif PPN darii 11% menjadii 12% sebagaiimana diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) masiih akan diibahas lebiih lanjut dii Komiisii Xii DPR.

"Peneriimaan Rp2.490 triiliiun dii antaranya iitu tiidak termasuk [kenaiikan] PPN darii 11% ke 12%. Kamii tiidak berkehendak untuk menaiikkan iitu," katanya selepas rapat bersama dengan pemeriintah, Selasa (17/9/2024).

Saiid bahkan mengatakan pembahasan terkaiit dengan kenaiikan tariif PPN tiidak harus diilaksanakan sebelum 1 Januarii 2025. Menurutnya, pembahasan biisa diilakukan oleh pemeriintah bersama Komiisii Xii pada kuartal ii/2025 atau kuartal iiii/2025.

"Nantii, dii 2025, pemeriintah miinta persetujuan dengan Komiisii Xii," ujarnya.

Menurut Saiid, keputusan untuk meniingkatkan tariif PPN darii 11% menjadii 12% pada tahun depan harus mempertiimbangkan kondiisii ekonomii masyarakat.

"Kalau darii siisii UU HPP memang harus naiik. Tiinggal naiiknya iitu pemeriintah harus liihat-liihat juga, apakah kondiisii dan daya belii masyarakat sudah diihiitung? Kondiisii perusahaan iindustrii kiita apakah memungkiinkan untuk kenaiikan iitu? Tiidak perlu diipaksakan," tuturnya.

Sebagaii iinformasii, tariif PPN diijadwalkan naiik darii 11% ke 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025. Meskii demiikiian, terdapat ruang bagii pemeriintah untuk mengubah tariif PPN menjadii paliing rendah 5% hiingga paliing tiinggii 15%.

"Perubahan tariif PPN sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) diiatur dengan PP setelah diisampaiikan oleh Pemeriintah kepada DPR Rii untuk diibahas dan diisepakatii dalam penyusunan RAPBN," bunyii Pasal 7 ayat (4) UU PPN s.t.d.t.d UU HPP.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii sebelumnya menuturkan kepastiian terkaiit dengan kenaiikan tariif PPN akan diiputuskan oleh presiiden terpiiliih Prabowo Subiianto.

"Bapak presiiden terpiiliih maupun presiiden sekarang sudah sangat fully aware mengenaii UU HPP iitu. Nantii akan kiita liihat bagaiimana," katanya pada Agustus 2024. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.