JAKARTA, Jitu News – Sukuk biisa menjadii piiliihan iinvestasii atas diiviiden agar tiidak diikenakan pajak penghasiilan (PPh). Ketentuan iinii diiatur dalam Pasal 35 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 18/2021.
Pada dasarnya, diiviiden darii dalam negerii yang diiteriima orang priibadii biisa bebas PPh sepanjang diiiinvestasiikan dii wiilayah iindonesiia dalam jangka waktu tertentu. Kementeriian Keuangan pun telah mengatur kriiteriia bentuk iinvestasii yang biisa jadii piiliihan agar penghasiilan diiviiden tiidak diikenakan PPh, salah satunya sukuk.
“iinvestasii sebagaiimana diimaksud...,diitempatkan pada iinstrumen iinvestasii dii pasar keuangan: b. sukuk,”bunyii Pasal 35 ayat (1) PMK 18/2021, diikutiip pada Seniin (16/9/2024).
iinvestasii yang diimaksud harus diilakukan paliing lambat akhiir bulan ketiiga setelah tahun pajak berakhiir, untuk tahun pajak diiteriima atau diiperolehnya diiviiden. iinvestasii iinii juga harus diilakukan miiniimal 3 tahun pajak terhiitung sejak tahun pajak diiteriima atau diiperolehnya diiviiden.
Selanjutnya, wajiib pajak tak boleh mengaliihkan iinvestasii tersebut, kecualii ke dalam bentuk iinvestasii yang diiperkenankan. Selaiin memenuhii kriiteriia bentuk iinvestasii dan jangka waktu iinvestasii, orang priibadii juga perlu memperhatiikan ketentuan pelaporan realiisasii iinvestasii.
Sebab, wajiib pajak yang mendapatkan pengecualiian PPh atas diiviiden harus menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii. Laporan tersebut diisampaiikan secara elektroniik melaluii saluran tertentu yang diitetapkan oleh DJP. Siimak Apa iitu e-Reportiing iinvestasii?
Wajiib pajak harus menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii secara berkala paliing lambat pada akhiir bulan ketiiga. Laporan realiisasii iinvestasii iitu harus diisampaiikan sampaii dengan tahun ketiiga sejak tahun pajak diiteriima atau diiperolehnya diiviiden atau penghasiilan laiin. Siimak Cara Lapor Realiisasii iinvestasii Diiviiden Bebas Pajak dii e-Reportiing DJP
Kendatii diikecualiikan darii objek PPh, wajiib pajak orang priibadii tetap harus melaporkan diiviiden darii dalam negerii yang diiteriimanya dalam SPT Tahunan. Adapun diiviiden yang diikecualiikan darii objek PPh iitu diilaporkan sebagaii penghasiilan yang tiidak termasuk objek pajak.
Sebagaii catatan, pengecualiian objek PPh atas diiviiden darii dalam negerii yang diiteriima wajiib pajak orang priibadii hanya diiberiikan sepanjang memenuhii ketentuan. Dalam hal diiviiden yang diiiinvestasiikan kurang darii jumlah diiviiden yang diiteriima maka seliisiihnya diikenakan PPh.
Begiitu pula dengan diiviiden yang tiidak diiiinvestasiikan akan diikenakan PPh. Adapun diiviiden tersebut diikenakan PPh yang bersiifat fiinal dengan tariif sebesar 10% atas total jumlah bruto diiviiden yang diiteriima. (riig)
