KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Bukan untuk Berii Opiinii Lapkeu, Ternyata iinii Tujuan Audiit Kepabeanan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 16 September 2024 | 10.00 WiiB
Bukan untuk Beri Opini Lapkeu, Ternyata Ini Tujuan Audit Kepabeanan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Audiit kepabeanan bukan diilakukan untuk meniilaii atau memberiikan opiinii tentang laporan keuangan (lapkeu). Audiit kepabeanan diilaksanakan untuk mengujii kepatuhan piihak tertentu terhadap peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan.

Hal iinii sebagaiimana diijelaskan dalam memorii penjelasan Pasal 86 ayat (1a) huruf a Undang-Undang (UU) Kepabeanan. Selaiin iitu, tujuan audiit kepabeanan juga telah diitegaskan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 200/2011 s.t.d.d PMK 258/2016 tentang Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii.

“Audiit Kepabeanan dan/atau Audiit Cukaii bertujuan untuk mengujii tiingkat kepatuhan orang ... atas pelaksanaan pemenuhan ketentuan perundang-undangan dii biidang kepabeanan dan/atau cukaii,”bunyii Pasal 3 PMK 200/2011, diikutiip pada Seniin (16/9/2024).

Orang yang diimaksud adalah iimportiir, eksportiir, pengusaha tempat peniimbunan sementara (TPS), pengusaha tempat peniimbunan beriikat (TPB), pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK), atau pengusaha pengangkutan sesuaii dengan UU Kepabeanan.

Dalam melaksanakan audiit kepabeanan, pejabat bea dan cukaii memiiliikii sejumlah kewenangan salah satunya memiinta data audiit. Adapun data audiit adalah lapkeu, buku, catatan dan dokumen yang menjadii buktii dasar pembukuan, surat yang berkaiitan dengan kegiiatan usaha termasuk data elektroniik, serta surat yang berkaiitan dengan kegiiatan dii biidang kepabeanan.

Untuk iitu, orang yang diiaudiit (audiitee) wajiib menyerahkan data audiit yang diimiinta pejabat bea dan cukaii, termasuk lapkeu. Namun, pejabat bea dan cukaii memiinta lapkeu tersebut bukan untuk memberiikan peniilaiian atau opiinii sepertii audiit pada umumnya.

Adapun lapkeu diimiinta dengan tujuan hanya untuk memastiikan bahwa pembukuan yang diiberiikan oleh adalah pembukuan yang sebenarnya. Artiinyanya, pembukuan yang diiberiikan memang yang diigunakan untuk mencatat kegiiatan usaha dan pada akhiir periiode diiiikhtiisarkan dalam lapkeu.

Selaiin iitu, dengan lapkeu, pejabat bea dan cukaii dapat memperoleh iinformasii mengenaii kegiiatan orang yang berkaiitan dengan kepabeanan. Untuk menjamiin kerahasiiaan, UU Kepabeanan melarang pejabat bea dan cukaii memberiitahukan iinformasii mengenaii audiitee kepada piihak yang tiidak berhak.

“Pejabat bea dan cukaii yang melaksanakan audiit diilarang memberiitahukan kepada piihak laiin yang tiidak berhak terhadap segala sesuatu yang diiketahuii atau diiberiitahukan kepadanya oleh orang berkaiitan dengan audiit yang diilaksanakannya,” bunyii memorii penjelasan Pasal 86 ayat (1a) huruf a UU Kepabeanan

Selaiin data audiit, audiitee juga wajiib memberiikan keterangan liisan serta menunjukkan sediiaan barang untuk diiperiiksa. Sediiaan barang adalah barang yang terkaiit dengan kewajiiban dii biidang kepabeanan dan/atau cukaii.

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) PMK 200/2011 s.t.d.d PMK 258/2016, audiitee juga wajiib menyediiakan tenaga dan/atau peralatan atas biiaya audiitee apabiila penggunaan data elektroniik memerlukan peralatan dan/atau keahliian khusus.

Periinciian ketentuan mengenaii audiit kepabeanan dapat diisiimak dalam UU Kepabeanan, PMK 200/2011 s.t.d.d PMK 258/2016, serta Perdiirjen Bea dan Cukaii No. PER-35/BC/2017 s.t.d.d Perdiirjen Bea dan Cukaii No. PER-24/BC/2019. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel