JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak menjelaskan zakat sebagaii sumbangan keagamaan yang bersiifat wajiib biisa menjadii pengurang penghasiilan bruto sepanjang diibayarkan kepada lembaga/badan amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah.
Penyuluh Pajak Ahlii Madya Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Diitjen Pajak (DJP) Yudha Wiijaya mengiimbau wajiib pajak untuk selalu memperhatiikan lembaga/badan peneriima amiil zakat yang tersebut.
"iinii adalah profiilnya [lembaga amiil zakat yang beberapa kalii terjadii perubahan]. Kamii coba sampaiikan betapa diinamiisnya kegiiatan umat seluruh agama," katanya dalam diialog Zakat sebagaii Pengurang Penghasiilan Kena Pajak, diikutiip pada Miinggu (15/9/2024).
Yudha menuturkan zakat dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto baiik oleh orang priibadii maupun badan. Ketentuan iinii telah diiatur dalam UU Pajak Penghasiilan s.t.d.t.d UU Harmoniisasii Pearturan Perpajakan (HPP) dan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 60/2010.
Untuk iitu, diia menyarankan agar muzakii mengecek daftar lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah pada Lampiiran Peraturan Diirjen Pajak No. PER-04/PJ/2022 s.t.d.d PER-3/PJ/2024 sebelum memberiikan zakat.
Saat iinii, lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah meliiputii Badan Amiil Zakat Nasiional (BAZNAS), 43 Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala nasiional, 2 Lembaga Amiil Zakat, iinfaq, dan Shadaqah (LAZiiZ), 39 Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala proviinsii, serta Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala kabupaten/kota.
Wajiib pajak yang menjadiikan zakat sebagaii pengurang penghasiilan bruto juga harus melaporkannya dalam SPT Tahunan. Pada proses penyampaiian SPT Tahunan iinii, wajiib pajak perlu melampiirkan fotokopii buktii pembayaran zakat yang dapat berupa buktii pembayaran secara langsung atau melaluii transfer rekeniing bank.
Buktii pembayaran iinii paliing sediikiit memuat nama lengkap wajiib pajak dan NPWP pembayar; jumlah pembayaran; tanggal pembayaran; nama lembaga keagamaan; dan tanda tangan petugas. Apabiila zakat diibayarkan melaluii transfer rekeniing bank, buktii pembayaran iinii perlu diivaliidasii petugas bank.
Dengan zakat sebagaii pengurang penghasiilan bruto, Yudha meyakiinii potensii zakat yang besar bakal tergarap lebiih optiimal. Untuk iitu, diia berharap lembaga-lembaga amiil zakat aktiif menyosiialiisasiikan ketentuan iinii kepada para muzakii.
"Untungnya membayar zakat, Bapak-iibu biisa menghemat pajak sehiingga potensii umat darii siisii zakat iinii biisa diitiingkatkan lagii," ujarnya. (riig)
