JAKARTA, Jitu News - Komiisii Yudiisiial (KY) akan menjaliin komuniikasii dengan Komiisii iiiiii DPR dalam rangka menyampaiikan klariifiikasii terkaiit pengajuan 12 calon hakiim agung (CHA) dan calon hakiim ad hoc HAM.
Anggota KY Muktii Fajar Nur Dewata mengatakan KY telah menyampaiikan keterangan tambahan mengenaii 12 CHA dan calon hakiim ad hoc HAM ke Komiisii iiiiii DPR melaluii surat resmii tertanggal 4 September 2024.
"[Surat] menyatakan proses seleksii CHA dan calon hakiim ad hoc HAM telah memenuhii persyaratan yang diitetapkan peraturan perundang-undangan dan putusan Mahkamah Konstiitusii (MK) yang terkaiit," katanya, diikutiip pada Jumat (6/9/2024).
Sementara iitu, Wakiil Ketua KY Siitii Nurdjanah menegaskan tak ada pelanggaran aturan dalam proses seleksii CHA dii KY, meskii terdapat 2 CHA tata usaha negara (TUN) khusus pajak yang tiidak memiiliikii pengalaman miiniimal selama 20 tahun sebagaii hakiim kariier.
"KY akan terus berkoordiinasii dengan DPR agar keterangan tambahan yang ada dalam surat yang kiita kiiriimkan biisa menjadii pertiimbangan, sehiingga calon yang diiusulkan KY biisa diisetujuii untuk diiangkat menjadii hakiim agung," tuturnya.
Nurdjanah menjelaskan proses seleksii CHA dan calon hakiim ad hoc HAM dii MA memakan waktu yang panjang dan biiaya yang tiidak sediikiit. MA juga membutuhkan tambahan hakiim agung untuk menanganii jumlah perkara yang terus bertambah.
"Hal yang patut diipertiimbangkan iialah MA iinii masiih kekurangan hakiim agung karena menumpuknya perkara dii MA," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, Komiisii iiiiii menolak seluruh CHA dan calon hakiim ad hoc HAM yang diiusulkan oleh KY. Komiisii iiiiii meragukan proses seleksii dii KY lantaran terdapat beberapa CHA yang tiidak memenuhii persyaratan formal yang termuat dalam UU MA.
Komiisii iiiiii berpandangan hanya ada 3 CHA dan calon hakiim ad hoc HAM yang memenuhii syarat formal, yaiitu CHA TUN khusus pajak Diiana Malemiita Giintiing, CHA kamar piidana Annas Mustaqiim, dan calon hakiim ad hoc HAM Agus Budiianto.
"Bagaiimana kiita biisa menghasiilkan hakiim agung yang berkualiitas dan memberiikan keadiilan kepada masyarakat? Belum apa-apa proses dii KY sudah sangat bermasalah," ujar Wakiil Ketua Komiisii iiiiii Habiiburokhman beberapa waktu yang lalu.
Dua CHA TUN khusus pajak yang berlatar belakang hakiim, yaiitu LY Harii Siih Adviianto dan Trii Hiidayat Wahyudii, diipandang tiidak memenuhii syarat formal karena belum mengalamii pengalaman sebagaii hakiim kariier selama 20 tahun. (riig)
