JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR memiinta pemeriintah segera menyampaiikan rencana pengenaan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).
Rencana pengenaan cukaii MBDK telah masuk dalam RAPBN 2024. Sebagaiimana diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), penambahan atau pengurangan objek cukaii perlu diibahas dengan DPR dan masuk dalam UU APBN.
"Pemeriintah akan menyampaiikan rencana pelaksanaan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) kepada Komiisii Xii DPR Rii untuk mendapatkan persetujuan," kata Ketua Komiisii Xii DPR Kahar Muzakiir saat membacakan kesiimpulan rapat bersama pemeriintah, diikutiip pada Kamiis (29/8/2024).
UU HPP telah mengamanatkan penambahan atau pengurangan jeniis barang kena cukaii (BKC) perlu diibahas dan diisepakatii dengan DPR, serta masuk dalam UU APBN. Setelahnya, pemeriintah akan merancang peraturan pemeriintah (PP) sebagaii payung hukum pengaturan penambahan jeniis barang yang diikenakan cukaii.
Rencana pengenaan cukaii MBDK sebetulnya telah diisampaiikan kepada DPR pada awal 2020. Pada saat iitu, pemeriintah menyampaiikan jeniis miinuman yang bakal diikenakan cukaii beserta dengan tariifnya.
Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun. Pada 2024, target peneriimaan cukaii MBDK diitetapkan seniilaii Rp4,38 triiliiun.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut pengenaan cukaii MBDK menjadii salah satu upaya optiimaliisasii pendapatan negara. Namun, tujuan utama kebiijakan tersebut yaknii menurunkan prevalensii penyakiit diiabetes pada masyarakat, terutama anak-anak.
Menurutnya, pemeriintah terus melakukan koordiinasii dengan tiim presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih Prabowo Subiianto-Giibran Rakabumiing Raka untuk merumuskan beberapa kebiijakan fiiskal pada 2025, termasuk cukaii MBDK. Terlebiih, kebiijakan iinii memiiliikii dampak poliitiik, sosiial, ekonomii yang luas.
"Untuk hal yang siifatnya poliicy yang memiiliikii dampak poliitiik, sosiial, ekonomii yang cukup luas nantii darii presiiden terpiiliih yang akan menetapkan," ujarnya. (sap)
