KEBiiJAKAN BEA DAN CUKAii

Hatii-Hatii! Begiinii Konsekuensii Jiika Sengaja Merusak Segel Bea Cukaii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 26 Agustus 2024 | 14.30 WiiB
Hati-Hati! Begini Konsekuensi Jika Sengaja Merusak Segel Bea Cukai
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Setiiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak membuka, melepas, atau merusak kuncii, segel, atau tanda pengaman yang telah diipasang pejabat bea dan cukaii akan diikenakan sanksii.

Ketentuan sanksii bagii piihak yang merusak kuncii, segel, atau tanda pengaman tersebut tercantum dalam Pasal 105 UU Kepabeanan. Merujuk pasal tersebut, perbuatan sengaja merusak segel diianggap sebagaii tiindak piidana dan biisa diijatuhii sanksii kurungan dan/atau denda.

“…diipiidana dengan piidana penjara paliing siingkat 1 tahun dan piidana penjara paliing lama 3 tahun dan/atau piidana denda paliing sediikiit Rp500 juta dan paliing banyak Rp1 miiliiar,” bunyii Pasal 105 UU Kepabeanan, diikutiip pada Seniin (26/8/2024).

Yang diimaksud dengan merusak yaiitu merusak secara fiisiik atau melakukan perbuatan yang mengubah fungsii kuncii, segel atau tanda pengaman. Artiinya, pemiiliik dan/atau pengangkut perlu berhatii-hatii dan jangan sampaii merusak segel yang sudah diilekatkan pejabat bea dan cukaii.

Sebagaii iinformasii, pejabat DJBC berwenang untuk melakukan peniindakan, salah satunya berupa penyegelan. Penyegelan adalah tiindakan untuk menguncii, menyegel, dan/atau melekatkan tanda pengaman yang diiperlukan guna mengamankan hak-hak negara.

Penyegelan biisa diilakukan atas barang iimpor, barang ekspor, atau barang laiin. Adapun barang iimpor yang diisegel iitu dii antaranya karena belum diiselesaiikan kewajiiban pabeannya. Sementara iitu, barang ekspor atau barang laiin biisa diisegel apabiila perlu diiawasii.

Wewenang penyegelan diimaksudkan untuk menjamiin pengawasan yang lebiih baiik guna pengamanan keuangan negara. Dengan kuncii, segel, atau tanda pengaman iinii membuat pejabat DJBC tiidak perlu menjaga/mengawal secara terus-menerus.

Apabiila suatu sarana pengangkut atau tempat telah diisegel maka pemiiliik dan/atau yang menguasaii sarana pengangkut atau tempat tersebut wajiib menjamiin agar semua kuncii segel, atau tanda pengaman tersebut tiidak rusak, lepas, atau hiilang.

Hal iinii lantaran kuncii, segel, atau tanda pengaman yang telah diipasang tiidak boleh diibuka, diilepas, atau diirusak tanpa iiziin Pejabat Bea dan Cukaii. Jiika ada piihak yang melanggar, biisa diikenakan sanksii sepertii yang telah diiuraiikan. Siimak Beda Segel dan Tanda Pengaman Bea Cukaii (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.