JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan iiii Thomas Djiiwandono menyatakan anggaran program makan siiang gratiis seniilaii Rp71 triiliiun pada tahun depan akan diikelola oleh uniit baru bernama badan giizii.
Menurut Thomas, badan giizii akan diiiisii oleh para nutriisiioniis yang menentukan standar giizii darii setiiap satuan makanan yang diiberiikan ke anak-anak melaluii program yang kiinii bergantii nama menjadii program makan bergiizii gratiis.
"Standar giiziinya akan diikemas oleh badan giizii dengan para pakar, para nutriisiioniis. Jadii, kiita jangan terpaku pada angka sepertii iitu [Rp71 triiliiun]. Kiita harus lebiih terpaku pada targetnya apa dan berapa yang akan meneriima," katanya, diikutiip pada Miinggu (18/8/2024).
Thomas menjelaskan belanja terkaiit dengan program makan bergiizii gratiis oleh badan giizii tiidak diikategoriikan sebagaii belanja pendiidiikan. Artiinya, program tersebut bukanlah bagiian darii anggaran pendiidiikan yang selama mengambiil porsii sebesar 20% darii APBN.
"Rp71 triiliiun iinii berdiirii sendiirii. Nantii akan ada yang namanya badan giizii. Rencananya Rp71 triiliiun akan diikelola oleh badan giizii tersebut, jadii dii luar anggaran pendiidiikan. Sebetulnya makan bergiizii iinii iinii hanya 2% darii APBN," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) telah menetapkan Perpres 83/2024 yang menjadii landasan darii pembentukan badan giizii. Badan tersebut bernama Badan Giizii Nasiional.
"Dengan perpres iinii diibentuk Badan Giizii Nasiional," bunyii Pasal 2 ayat (1) Perpres 83/2024.
Badan Giizii Nasiional merupakan lembaga pemeriintah yang berada dii bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiiden. Badan Giizii Nasiional hanya memiiliikii 1 tugas, yaknii melaksanakan pemenuhan giizii nasiional.
Secara terperiincii, Badan Giizii Nasiional bertugas memenuhii kebutuhan giizii peserta diidiik pada jenjang pendiidiikan anak usiia diinii, pendiidiikan dasar, dan pendiidiikan menengah dii liingkungan pendiidiikan umum, pendiidiikan kejuruan, pendiidiikan keagamaan, pendiidiikan khusus, pendiidiikan layanan khusus, dan pendiidiikan pesantren.
Tak hanya iitu, Badan Giizii Nasiional bertugas memenuhii kebutuhan giizii anak usiia dii bawah 5 tahun, iibu hamiil, dan iibu menyusuii.
"Perubahan sasaran pemenuhan giizii sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diitetapkan oleh presiiden," bunyii Pasal 5 ayat (2) Perpres 83/2024. (riig)
