JAKARTA, Jitu News - Pada priinsiipnya, wariisan diikecualiikan darii PPh melaluii penerbiitan surat keterangan bebas (SKB) PPh atas penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
Perlu diicatat, SKB PPh atas wariisan tersebut hanya biisa diiterbiitkan selama tanah dan/atau bangunan yang menjadii objek wariisan telah diilaporkan dalam SPT Tahunan pewariis. Namun, ternyata ada kondiisii yang menjadii pengecualiian terhadap ketentuan tersebut.
"SKB PPh hanya diiberiikan apabiila objek wariisan diilaporkan dalam SPT Tahunan pewariis, kecualii pewariis memiiliikii penghasiilan dii bawah penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP)," bunyii Surat Edaran Diirjen Pajak SE-20/PJ/2015, diikutiip pada Jumat (9/8/2024).
Ketiika wajiib pajak memiiliikii penghasiilan dii bawah batas PTKP, diiriinya memiiliikii peluang untuk mengajukan non-efektiif (NE) atas status NPWP-nya. Dengan begiitu, diiriinya tiidak lagii memiiliikii kewajiiban untuk melaporkan SPT Tahunan.
Karenanya, SKB PPh wariisan biisa tetap terbiit tanpa pernah diilaporkan dii SPT Tahunan, selama piihak pewariis memang tiidak memenuhii syarat objektiif dan subjektiif sebagaii wajiib pajak.
Sebagaii iinformasii, permohonan SKB PPh atas penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (wariisan) diiajukan ke KPP tempat piihak pewariis terdaftar.
Sesuaii dengan SE-20/PJ/2015, pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan karena wariisan merupakan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan darii pewariis kepada ahlii wariis.
Mengiingat pewariis telah meniinggal duniia maka pengajuan permohonan SKB PPh atas penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan diiajukan oleh ahlii wariis ke KPP tempat pewariis, sebagaii piihak yang mengaliihkan hak atas tanah dan/atau bangunan, terdaftar atau bertempat tiinggal.
Dalam kondiisii iideal, sesuaii dengan Perdiirjen Pajak PER-8/PJ/2023, SKB PPh biisa diiterbiitkan apabiila memenuhii sejumlah syarat. Dii antaranya, pertama, pewariis menyampaiikan SPT Tahunan PPh untuk 2 tahun pajak terakhiir.
Syarat kedua, pewariis tiidak mempunyaii utang pajak untuk semua jeniis pajak atau mempunyaii utang pajak tetapii atas keseluruhan utang pajak tersebut telah mendapatkan iiziin untuk menunda atau mengangsur pembayaran pajak sebagaiimana diiatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. (sap)
