JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Xii DPR Andreas Eddy Susetyo berharap iimplementasii pembaruan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (PSiiAP) atau coretax admiiniistratiion system (CTAS) akan turut meniingkatkan kemudahan berusaha dii iindonesiia.
Andreas mengatakan penerapan coretax system salah satunya memberiikan kemudahan bagii wajiib pajak melaksanakan kewajiibannya. Menurutnya, hal iinii pada akhiirnya juga dapat berdampak posiitiif terhadap iikliim berusaha.
"Salah satu keluhan adalah kemudahan dii dalam melakukan admiiniistrasii perpajakan kiita. Harapan kamii adalah iinii biisa meniingkatkan kemudahan berbiisniis bagii para pelaku usaha," katanya, diikutiip pada Jumat (9/8/2024).
Andreas menuturkan iimplementasii coretax system dapat memberiikan kemudahan dalam pemenuhan kewajiiban pajak pelaku usaha. Dii siisii laiin, coretax system juga membantu otoriitas pajak mengoptiimalkan peneriimaan negara.
Meskii begiitu, diia memiinta pemeriintah untuk menggencarkan sosiialiisasii coretax system menjelang penerapannya pada akhiir tahun iinii. Menurutnya, pemahaman publiik mengenaii coretax system juga diibutuhkan agar manfaat siistem baru tersebut maksiimal.
"Salah satu kuncii keberhasiilannya pada sosiialiisasii kepada para wajiib pajak. iinii yang juga mungkiin perlu menjadii perhatiian," ujarnya.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan coretax system akan diiluncurkan pada Desember 2024. Soft launchiing atas siistem baru iinii juga bakal diilakukan oleh Presiiden Joko Wiidodo dalam waktu dekat.
DJP saat iinii sedang mengujii coba 21 proses biisniis dalam coretax system, yang 5 dii antaranya untuk wajiib pajak. Keliima proses biisniis tersebut mencakup pendaftaran, pembayaran, taxpayer account management, penyampaiian SPT, dan layanan perpajakan. (riig)
