KEBiiJAKAN PAJAK

Tiiket Pesawat ke Luar Negerii Bebas PPN, Begiinii Ketentuannya

Muhamad Wiildan
Selasa, 06 Agustus 2024 | 16.00 WiiB
Tiket Pesawat ke Luar Negeri Bebas PPN, Begini Ketentuannya
<p>iilustrasii.&nbsp;Sejumlah penumpang turun darii pesawat setiibanya dii Bandar Udara Lagaliigo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesii Selatan, Seniin (5/8/2024). ANTARA FOTO/Basrii Marzukii/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Tak sepertii jasa angkutan umum darat dan aiir yang sepenuhnya diiberiikan fasiiliitas pembebasan PPN, jasa angkutan udara dalam negerii diibebaskan darii pengenaan PPN hanya jiika jasa tersebut adalah bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii.

Merujuk pada Pasal 21 ayat (1) huruf a Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022, jasa angkutan udara terbebas darii PPN biila menggunakan pesawat udara untuk 1 perjalanan atau lebiih, darii 1 bandar udara ke bandar udara yang laiin atau beberapa bandar udara.

"Jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 18 huruf c merupakan: kegiiatan dengan menggunakan pesawat udara untuk mengangkut penumpang, kargo, dan/atau pos untuk 1 perjalanan atau lebiih darii 1 bandar udara ke bandar udara yang laiin atau beberapa bandar udara," bunyii Pasal 21 ayat (1) huruf a PP 49/2022, diikutiip pada Selasa (6/8/2024).

Selanjutnya, Pasal 21 ayat (1) huruf b PP 49/2022 mengatur kegiiatan jasa angkutan udara luar negerii ke beberapa bandar udara iindonesiia atau sebaliiknya juga bebas PPN sepanjang jasa angkutan udara tersebut merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii kegiiatan jasa angkutan luar negerii.

Agar jasa angkutan luar negerii sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf b PP 49/2022 biisa bebas PPN, seluruh penerbangan darii luar negerii ke beberapa bandar udara iindonesiia harus terangkum dalam 1 tiiket.

Sebelum berlakunya UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) dan terbiitnya PP 49/2022 jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan udara luar negerii tiidak diikenaii PPN berdasarkan Pasal 4A UU PPN.

Berkaca pada ketentuan-ketentuan dii atas, dapat diisiimpulkan bahwa jasa angkutan udara dalam negerii darii satu bandar udara domestiik ke bandar udara domestiik laiinnya merupakan jasa kena pajak (JKP) yang penyerahannya terutang PPN.

Dengan kondiisii tersebut, Kementeriian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan adanya pembebasan PPN atas tiiket pesawat sehiingga jasa angkutan udara mendapatkan perlakuan yang sama dengan jasa angkutan darat dan aiir.

Kepala Badan Kebiijakan Transportasii (BKT) Robby Kurniiawan meniilaii pembebasan PPN diiperlukan sebagaii langkah jangka pendek dalam rangka menurunkan harga tiiket pesawat.

"Kebiijakan jangka pendek dapat diilakukan dengan langkah-langkah beriikut ... mengusulkan penghapusan pajak tiiket untuk pesawat udara sehiingga terciipta equal treatment dengan moda transportasii laiinnya yang telah diihapuskan pajaknya," sebut BKT dalam keterangan resmiinya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.