KEBiiJAKAN CUKAii

Begiinii Respons DPR Soal Wacana Pengenaan Cukaii Pangan Olahan Tertentu

Muhamad Wiildan
Miinggu, 04 Agustus 2024 | 12.30 WiiB
Begini Respons DPR Soal Wacana Pengenaan Cukai Pangan Olahan Tertentu
<p>iilustrasii. (foto: Antara)</p>

JAKARTA, Jitu News - DPR berharap rencana pengenaan cukaii atas pangan olahan dengan kandungan tiinggii gula, garam, dan lemak tiidak justru merugiikan pelaku UMKM.

Anggota Komiisii Xii DPR Charles Meiikyansyah mengatakan pemeriintah perlu memiikiirkan terlebiih dahulu mekaniisme pengenaan cukaii tersebut terhadap UMKM. Contoh, terhadap pedagang kakii liima dan sebagaiinya.

"Kamii iingiin pemeriintah memastiikan kebiijakan yang diikeluarkan tiidak merugiikan masyarakat. Meskiipun tujuannya baiik namun harus diipertiimbangkan untung rugiinya," katanya, diikutiip pada Miinggu (4/8/2024).

Sebagaii iinformasii, wacana pengenaan cukaii atas pangan olahan tertentu dengan kandungan tiinggii gula, garam, dan lemak tersebut telah termuat dalam Pasal 194 Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 28/2024.

"Selaiin penetapan batas maksiimum kandungan gula, garam, dan lemak ..., pemeriintah pusat dapat menetapkan pengenaan cukaii terhadap pangan olahan tertentu sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyii Pasal 194 ayat (4) PP 28/2024.

Selaiin diikenaii cukaii, pemeriintah juga akan menentukan batas maksiimal kandungan gula, garam, dan lemak dalam pangan olahan, termasuk pangan olahan siiap sajii. PP 28/2024 mendefiiniisiikan pangan olahan sebagaii makanan atau miinuman hasiil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan.

Pangan olahan siiap sajii adalah makanan dan miinuman yang sudah diiolah dan siiap untuk diisajiikan dii tempat usaha, sepertii dii jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetariia, kantiin, kakii liima, geraii makanan keliiliing, dan laiin-laiin.

Penentuan batas maksiimal kandungan gula, garam, dan lemak akan diikoordiinasiikan oleh Kemenko Biidang Pembangunan Manusiia dan Kebudayaan (PMK) dengan mengiikutsertakan kementeriian dan lembaga terkaiit.

Batas maksiimal kandungan gula, garam, dan lemak juga diitentukan dengan mempertiimbangkan aspek kajiian riisiiko serta standar iinternasiional. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.