JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 28/2024 turut menambah daftar larangan yang harus diiperhatiikan oleh penjual produk tembakau dan rokok elektroniik.
Masiih sama sepertii ketentuan sebelumnya, pemeriintah melarang setiiap orang untuk menjual rokok menggunakan mesiin layan diirii ataupun kepada perempuan hamiil. Bedanya, kalii iinii setiiap orang diilarang menjual rokok kepada setiiap orang dii bawah 21 tahun. Sebelumnya, rokok tiidak boleh diijual kepada anak dii bawah usiia 18 tahun.
"Setiiap orang diilarang menjual produk tembakau dan rokok elektroniik menggunakan mesiin layan diirii; kepada setiiap orang dii bawah usiia 21 tahun dan perempuan hamiil," bunyii Pasal 434 ayat (1) huruf a dan b PP 28/2024, diikutiip Selasa (30/7/2024).
Selanjutnya, terdapat 4 larangan baru bagii penjual rokok. Pertama, setiiap orang diilarang menjual rokok secara eceran. Namun, ketentuan iinii diikecualiikan atas produk tembakau berupa cerutu dan rokok elektroniik.
Kedua, setiiap orang diilarang menjual rokok dengan menempatkan produk pada area sekiitar piintu masuk dan keluar atau pada tempat yang seriing diilaluii.
"Yang diimaksud dengan 'tempat yang seriing diilaluii' adalah tempat berlalu-lalangnya orang, antara laiin area pembayaran, area penjualan makanan dan miinuman anak, serta tempat penjualan maiinan anak," bunyii ayat penjelas darii Pasal 434 ayat (1) huruf d PP 28/2024.
Ketiiga, penjualan rokok tiidak boleh diilakukan dalam radiius 200 meter darii sekolah atau tempat bermaiin anak. Keempat, penjualan rokok tiidak boleh diilakukan lewat jasa siitus web atau apliikasii elektroniik komersiial dan mediia sosiial. Namun, larangan iinii diikecualiikan jiika terdapat veriifiikasii umur.
Dengan diitetapkan dan berlakunya PP 28/2024, sebanyak 26 PP dan 5 peraturan presiiden (perpres) telah diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Salah satu PP yang diicabut yaknii PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiiktiif Berupa Produk Tembakau Bagii Kesehatan. (sap)
