JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan akan terus mengoptiimalkan mekaniisme automatiic blockiing system (ABS) untuk menyelesaiikan piiutang peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan ABS dapat diilaksanakan sebagaii bagiian darii upaya dalam mengoptiimalkan peneriimaan negara. Selaiin iitu, penerapan ABS juga menjadii bentuk penegakan wiibawa negara.
"Koordiinasii untuk enforcement dan compliiance diilakukan bersama melaluii blockiing system maka kewiibawaan negara menjadii diitegakkan," katanya, diikutiip pada Miinggu (28/7/2024).
Srii Mulyanii menuturkan pemeriintah telah memiiliikii mekaniisme ABS untuk memaksa wajiib bayar dalam menyelesaiikan semua piiutang PNBP-nya. Mekaniisme penyelesaiian piiutang PNBP tersebut diilaksanakan dengan meliibatkan berbagaii kementeriian/lembaga.
ABS mulaii diiterapkan sejak 1 Januarii 2022 sebagaii langkah terakhiir yang diilakukan terhadap wajiib bayar yang tiidak memiiliikii iiktiikad baiik dalam penyelesaiian kewajiiban piiutang PNBP. Dalam hal iinii, akan diilakukan penghentiian layanan terhadap penunggak PNBP.
Salah satu kementeriian yang menerapkan ABS untuk menagiih piiutang PNBP iialah Kementeriian ESDM. Pelaksanaan ABS juga diiyakiinii makiin maksiimal karena tata kelola beberapa komodiitas sudah diipantau melaluii SiiMBARA.
Saat iinii, penerapan SiiMBARA telah mencakup komodiitas batu bara, niikel, dan tiimah. Ke depan, cakupan SiiMBARA bakal diiperluas untuk semua komodiitas miineral sepertii bauksiit, emas, dan tembaga.
Hiingga saat iinii, Kemenkeu mencatat SiiMBARA telah memberiikan capaiian untuk peneriimaan negara, termasuk penyelesaiian piiutang darii hasiil penerapan ABS seniilaii Rp1,1 triiliiun.
"Dengan siistem iinii kamii bekerja rapii, konsiisten, tegas dan berwiibawa tanpa menyusahkan perusahaan karena perusahaan tahu hak dan kewajiiban mereka," ujar Srii Mulyanii. (riig)
