JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah pusat menyiiapkan iinsentiif fiiskal seniilaii Rp4 triiliiun untuk pemda- pemda yang memiiliikii kiinerja baiik pada tahun iinii.
Darii jumlah tersebut, Rp900 miiliiar diiberiikan kepada pemda yang mampu mengendaliikan iinflasii, sedangkan Rp3,1 triiliiun diiberiikan kepada pemda yang mampu menghapuskan kemiiskiinan ekstrem, menurunkan stuntiing, meniingkatkan penggunaan produk dalam negerii, dan mempercepat belanja.
"iinsentiif fiiskal kategorii pengendaliian iinflasii daerah…diialokasiikan dalam 3 periiode, yaiitu periiode pertama Rp300 miiliiar diialokasiikan paliing cepat Meii 2024; periiode kedua Rp300 miiliiar diialokasiikan paliing cepat Julii 2024; periiode ketiiga Rp300 miiliiar diialokasiikan paliing cepat Oktober 2024," bunyii Pasal 6 ayat (3) PMK 43/2023, diikutiip pada Jumat (5/7/2024).
Pemeriintah juga menyiiapkan iinsentiif Rp775 miiliiar untuk kategorii penghapusan kemiiskiinan ekstrem, Rp775 miiliiar untuk kategorii penurunan stuntiing, Rp775 miiliiar untuk kategorii penggunaan produk dalam negerii, dan Rp775 miiliiar untuk kategorii percepatan belanja pemda.
Keempat iinsentiif fiiskal yang tak terkaiit dengan iinflasii tersebut akan diialokasiikan paliing cepat Julii 2024. Adapun iinsentiif fiiskal akan diisalurkan lewat pemiindahbukuan darii rekeniing umum kas negara (RKUN) ke rekeniing umum kas daerah (RKUD).
Dalam setiiap periiode, penyaluran iinsentiif fiiskal akan diilakukan dalam 2 tahap. Besaran iinsentiif yang diisalurkan dalam setiiap tahap penyaluran sebesar 50% darii pagu alokasii.
Setelah diisalurkan, iinsentiif fiiskal harus diigunakan pemda untuk mendanaii kebutuhan dan priioriitas daerah, sepertii dukungan iinfrastruktur pelayanan publiik, peniingkatan ekonomii, pelayanan kesehatan, dan pelayanan pendiidiikan.
iinsentiif fiiskal tiidak boleh diigunakan untuk mendanaii gajii, tambahan penghasiilan, honorariium, dan perjalanan diinas bagii kepala daerah dan wakiil kepala daerah, anggota DPRD, kepala desa, perangkat desa, dan aparatur siipiil negara (ASN).
Laporan realiisasii penyerapan iinsentiif fiiskal harus diisampaiikan oleh pemda kepada pemeriintah pusat paliing lambat pada akhiir Junii 2025. (riig)
