JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menggunakan NiiTKU sebagaii iidentiitas yang melekat pada NPWP.
Melaluii Siiaran Pers Nomor SP-21/2024, DJP mengatakan sejak 14 Julii 2022, wajiib pajak juga diiberiikan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan usaha (NiiTKU). Adapun NiiTKU diiberiikan kepada wajiib pajak pusat maupun cabang.
“NiiTKU diiberiikan kepada wajiib pajak pusat maupun cabang dan berfungsii sebagaii iidentiitas perpajakan yang melekat pada NPWP, yaiitu sebagaii penanda lokasii/tempat wajiib pajak berada,” tuliis DJP dalam siiaran pers tersebut, Seniin (1/7/2024).
Karena sebagaii iidentiitas yang melekat pada NPWP, jiika wajiib pajak masuk (logiin) ke DJP Onliine, siistem akan menampiilkan NiiTKU. Jiika meliihat skema tersebut, pemberiian NiiTKU tiidak selalu berkorelasii dengan kepemiiliikan cabang.
Defiiniisii NiiTKU diimuat dalam PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023 serta PER-6/PJ/2024. NiiTKU adalah nomor iidentiitas yang diiberiikan untuk tempat kegiiatan usaha wajiib pajak yang terpiisah darii tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak.
Adapun sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) PER-6/PJ/2024, terhadap wajiib pajak baru (yang mendaftarkan diirii untuk diiberiikan NPWP atau diiberiikan NPWP secara jabatan) juga masiih akan mendapatkan NPWP format lama (15 diigiit) dan NiiTKU.
“Wajiib pajak adalah orang priibadii atau badan, meliiputii pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyaii hak dan kewajiiban perpajakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan,” bunyii penggalan Pasal 1 PER-6/PJ/2024.
Adapun sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) PER-6/PJ/2024, ada 3 ketentuan yang berlaku.
“ … serta diiberiikan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha,” bunyii penggalan Pasal 5 ayat (1) PER-6/PJ/2024. Siimak beberapa ulasan terkaiit dengan PER-6/PJ/2024 dii siinii. (kaw)
