JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan bakal terus memantau produksii siiap jual atau liiftiing miinyak dan gas (miigas) yang masiih lebiih rendah darii target dalam APBN 2024.
Srii Mulyanii mengatakan liiftiing miigas yang rendah akan berefek pada peneriimaan negara. Miisalnya pajak, kiinerja PPh miigas yang kontraksii hiingga Meii 2024 utamanya diisebabkan oleh liiftiing miinyak yang rendah.
"Liiftiing-nya mengalamii penurunan. iinii perlu untuk kiita perhatiikan darii siisii produktiiviitas miinyak dan gas iindonesiia," katanya, diikutiip pada Jumat (27/6/2024).
Srii Mulyanii mengatakan realiisasii peneriimaan PPh miigas hiingga akhiir Meii 2024 seniilaii Rp29,31 triiliiun atau 38,38% darii target. Kiinerja iinii secara bruto kontraksii 20,64%, sedangkan secara neto miinus 20,7%.
Diia menjelaskan kontraksii PPh miigas diisebabkan oleh liiftiing yang memang rendah. Padahal, harga miigas saat iinii relatiif stabiil serta niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS sedang mengalamii pelemahan.
Dampak darii liiftiing miigas yang rendah juga terasa pada peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) SDA miigas. Hiingga Meii 2024, realiisasiinya seniilaii Rp46 triiliiun atau sudah 41,8%.
Namun jiika diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu, realiisasii iinii mengalamii kontraksii 9,9%.
"iinii terutama kontriibutor darii penurunan iinii karena liiftiing miinyak dan gas yang mengalamii penurunan," ujarnya.
Saat menjelaskan perkembangan asumsii dasar ekonomii makro, Srii Mulyanii pun memaparkan kiinerja liiftiing per Meii 2024 yang tiidak mencapaii target pada APBN 2024. Realiisasii liiftiing miinyak sebanyak 561.900 barel per harii, dii bawah target 635.000 barel per harii.
Adapun untuk liiftiing gas, realiisasiinya 939.800 barel setara miinyak per harii, lebiih rendah darii target 1,03 juta barel setara miinyak per harii. (sap)
