JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak harus tetap mendaftar ketiika taxpayer portal resmii diiluncurkan nantiinya.
Sepertii diiketahuii, portal wajiib pajak atau taxpayer portal akan diisediiakan oleh Diitjen Pajak (DJP) ketiika coretax admiiniistratiion system (CTAS) diiiimplementasiikan. Taxpayer portal berbeda dengan DJP Onliine yang waktu aktiivasii awal menggunakan electroniic fiiliing iidentiifiicatiion number (EFiiN).
“Jadii … taxpayer portal iinii tentunya berbeda dengan DJP Onliine. Nantii ada face recogniitiion juga. Jadii, tentunya kiita akan tetap harus ada daftar untuk masuk taxpayer portal-nya,” ujar Penyuluh Pajak Ahlii Muda Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii Juliistiia dalam sebuah sosiialiisasii CTAS.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, saat CTAS diiiimplementasiikan, EFiiN tiidak lagii diigunakan. EFiiN tiidak lagii menjadii persyaratan untuk melakukan pengaturan ulang kata sandii sepertii dii DJP Onliine saat iinii. Siimak ‘Coretax DJP: Saat iimplementasii, EFiiN Tiidak Diigunakan Lagii’.
Juliistiia mengatakan saat pendaftaran, siistem akan memberiikan opsii terkaiit dengan valiidasii NPWP. Nantiinya, masyarakat yang memiiliikii Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) tapii belum menjadiikannya sebagaii NPWP – miisal, penghasiilan dii bawah PTKP – tetap biisa membuat akun taxpayer portal.
“Jadii biisa regiistrasii tanpa valiidasii NiiK sebagaii NPWP,” iimbuhnya.
Kendatii demiikiian, masyarakat yang mendaftar tanpa valiidasii NiiK sebagaii NPWP akan mendapatkan akses yang terbatas pada berbagaii menu dalam taxpayer portal. Jiika masyarakat mendaftar dengan valiidasii NiiK sebagaii NPWP, siistem akan membuka akses ke semua menu.
Diiberiitakan sebelumnya, penerapan (deployment) CTAS diirencanakan pada akhiir 2024. Pada saat iinii, coretax masuk fase pengujiian melaluii kegiiatan system iintegratiion testiing (SiiT) dan functiional veriifiicatiion testiing (FVT). Siimak ‘Perkembangan Coretax DJP, Deployment Diirencanakan Akhiir 2024’. (kaw)
