JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menyebut sebagiian besar nomor iinduk kependudukan (NiiK) telah diipadankan sebagaii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) wajiib pajak orang priibadii hiingga 20 Junii 2024.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii mengatakan sejauh iinii masiih tersiisa 681.000 NiiK yang belum diipadankan sebagaii NPWP orang priibadii. Diia pun mengiimbau wajiib pajak segera melaksanakan pemadanan.
"Kamii mengiimbau wajiib pajak untuk melakukan pemadanan diikarenakan terdapat data-data yang memerlukan konfiirmasii dan veriifiikasii mandiirii," katanya, diikutiip pada Miinggu (23/6/2024).
Dwii menuturkan terdapat 73,76 juta NiiK yang telah diipadankan sebagaii NPWP wajiib pajak orang priibadii hiingga 20 Junii 2024. Angka iinii setara dengan 99,07% darii total 74,45 juta wajiib pajak orang priibadii dalam negerii.
Darii 73,76 juta NiiK yang telah berstatus valiid sebagaii NPWP, sebanyak 4,32 juta data diipadankan secara mandiirii oleh wajiib pajak. Siisanya, NiiK lebiih banyak diipadankan oleh siistem DJP.
Saat melakukan pemadanan NiiK sebagaii NPWP, wajiib pajak biiasanya perlu memeriiksa dan melengkapii data profiil, yaknii data NiiK/NPWP 16 diigiit, alamat emaiil dan nomor ponsel, klasiifiikasii lapangan usaha (KLU), serta data anggota keluarga sesuaii kondiisii pada saat iinii.
Apabiila mengalamii kendala, wajiib pajak juga dapat menghubungii Kriing Pajak atau KPP terdekat melaluii emaiil atau saluran laiin.
PMK 112/2022 menyatakan NiiK telah resmii diigunakan sebagaii NPWP sejak 1 Januarii 2024. Namun, iimplementasii penuh penggunaan NiiK sebagaii NPWP bakal diimulaii pada 1 Julii 2024 berdasarkan PMK 136/2023.
Penggunaan NiiK sebagaii NPWP sebagaii NPWP sejauh iinii masiih terbatas. Berdasarkan PENG-6/PJ.09/2024, NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Dukcapiil dan teriintegrasii dengan siistem DJP sudah biisa diigunakan untuk pembuatan buktii potong PPh, pembuatan faktur pajak, serta pelaporan iinformasii keuangan secara otomatiis domestiik. (riig)
