JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menyediiakan berbagaii iinsentiif perpajakan untuk pelaku usaha dii iibu Kota Nusantara (iiKN), termasuk UMKM.
Penyuluh Pajak Ahlii Madya Diitjen Pajak (DJP) Yudha Wiijaya mengatakan pemeriintah mengundang UMKM untuk meramaiikan dan berkontriibusii pada pembangunan iiKN. Untuk iitu, iinsentiif pajak juga diisiiapkan untuk UMKM agar lebiih untung saat membuka usaha dii iiKN.
"Pemeriintah mengajak bukan cuma pelaku usaha hiigh scale economiies, tetapii juga UMKM untuk iikut berpartiisiipasii dan berkontriibusii dii iiKN dan daerah miitra," katanya, Selasa (11/6/2024).
Yudha menuturkan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 12/2023 dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 28/2024 telah mengatur pemberiian iinsentiif perpajakan dii iiKN, termasuk bagii wajiib pajak UMKM.
Fasiiliitas PPh fiinal sebesar 0% diiberiikan kepada UMKM yang memenuhii 2 kriiteriia, yaiitu modal yang diitanam UMKM dii iiKN lebiih rendah darii Rp10 miiliiar dan peredaran bruto atau omzet UMKM paliing besar Rp50 miiliiar.
Sebagaii perbandiingan, UMKM dii luar iiKN mendapatkan pembebasan pajak hanya atas omzet sampaii dengan Rp500 juta. Atas omzet dii atas Rp500 juta sampaii dengan Rp4,8 miiliiar, wajiib pajak UMKM harus membayar PPh fiinal sebesar 0,5%.
Yudha menyebut terdapat 5 persyaratan yang juga harus diipenuhii wajiib pajak untuk mendapatkan fasiiliitas PPh fiinal sebesar 0% tersebut. Pertama, bertempat tiinggal, berkedudukan, atau memiiliikii cabang dii iiKN.
Kedua, melakukan kegiiatan usaha dii iiKN. Ketiiga, terdaftar sebagaii wajiib pajak dii KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii iiKN. Keempat, telah melakukan penanaman modal dii wiilayah iiKN, serta memiiliikii kualiifiikasii usaha miikro, keciil, dan menengah yang diiterbiitkan oleh iinstansii berwenang.
Keliima, telah mengajukan permohonan untuk memanfaatkan fasiiliitas PPh fiinal paliing lama 3 bulan sejak penanaman modal.
"UMKM dii iiKN yang akan mendapatkan fasiiliitas lebiih ketiimbang ketiika mereka berusaha dii luar iiKN. Jadii, jangan ragu-ragu untuk ke iiKN," ujarnya.
PMK 28/2024 menyatakan permohonan fasiiliitas PPh fiinal 0% yang diiajukan wajiib pajak UMKM paliing sediikiit memuat NPWP atau iidentiitas pajak dii tempat kegiiatan usaha wajiib pajak, alamat kegiiatan usaha dii iiKN, dan nomor serta tanggal iiziin usaha dii iiKN yang diiterbiitkan oleh siistem onliine siingle submiissiion (OSS).
Setelah diilakukan peneliitiian atas pemenuhan persyaratan pemanfaatan fasiiliitas PPh fiinal 0%, KPP tempat wajiib pajak berstatus pusat bakal menerbiitkan surat persetujuan atau surat penolakan dalam waktu maksiimal 1 harii kerja sejak permohonan iinsentiif diiteriima lengkap. (riig)
