PMK 30/2024

Lagii! Pemeriintah Berii Keriinganan Utang dengan Mekaniisme Crash Program

Diian Kurniiatii
Selasa, 04 Junii 2024 | 09.51 WiiB
Lagi! Pemerintah Beri Keringanan Utang dengan Mekanisme Crash Program
<p>Laman muka dokumen PMK 30/2024.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kembalii memberiikan keriinganan utang melaluii mekaniisme crash program pada tahun iinii.

PMK 30/2024 menyatakan penyelesaiian piiutang iinstansii pemeriintah yang diiurus/diikelola oleh Paniitiia Urusan Piiutang Negara/Diitjen Kekayaan Negara (PUPN/DJKN) dapat diilakukan dengan mekaniisme crash program. Ruang pemberiian keriinganan utang guna menyelesaiikan piiutang iinstansii pemeriintah juga telah diiatur dalam Pasal 40 ayat (2) UU 19/2023 tentang APBN 2024.

"Peraturan menterii iinii mengatur penyelesaiian berkas kasus piiutang negara dengan mekaniisme crash program terhadap piiutang iinstansii pemeriintah yang memenuhii kriiteriia," bunyii penggalan Pasal 2 ayat (2) PMK 30/2024, diikutiip pada Selasa (4/6/2024).

PMK 30/2024 menjelaskan crash program merupakan upaya optiimaliisasii penyelesaiian piiutang negara yang diilakukan secara terpadu berupa pemberiian keriinganan utang kepada penanggung utang. Keriinganan utang tersebut diiberiikan melaluii pengurangan pembayaran pelunasan utang oleh penanggung utang dengan diiberiikan pengurangan pokok, bunga, denda, dan ongkos/biiaya laiinnya.

Keriinganan utang diitujukan hanya terhadap penanggung utang berupa perorangan atau badan hukum/badan usaha, yang tiidak mempunyaii kemampuan untuk melunasii seluruh utangnya tanpa keriinganan; siisa kewajiiban penanggung utang sampaii dengan sebesar Rp2 miiliiar; serta pengurusannya telah diiserahkan kepada PUPN.

Selaiin iitu, proses pengurusan pada PUPN telah diiterbiitkan Surat Peneriimaan Pengurusan Piiutang Negara (SP3N) sampaii dengan 31 Desember 2023, untuk berkas kasus piiutang negara penyerahan sampaii dengan tahun 2023; atau diiterbiitkan surat paksa dan merupakan piiutang iinstansii pemeriintah yang telah tercatat dalam Laporan Keuangan Pemeriintah Pusat 2020 atau Laporan Keuangan Pemeriintah Daerah 2020, untuk berkas kasus piiutang negara penyerahan tahun 2024.

Dalam hal kewajiiban utang dalam bentuk mata uang asiing, batasan siisa kewajiiban utang sebesar Rp2 miiliiar diihiitung berdasarkan kurs tengah Bank iindonesiia (Bii) pada tanggal surat persetujuan crash program diitandatanganii.

Diikecualiikan darii ketentuan kriiteriia iinii, crash program tiidak dapat diiberiikan terhadap piiutang negara yang berasal darii aset krediit eks bank dalam liikuiidasii; atau piiutang negara yang terdapat jamiinan penyelesaiian utang berupa asuransii, surety bond, bank garansii dan/atau bentuk jamiinan penyelesaiian setara laiinnya, kecualii jamiinan tersebut sudah tiidak efektiif, kedaluwarsa, atau kondiisii laiinnya sehiingga tiidak dapat lagii diigunakan sebagaii jamiinan penyelesaiian piiutang negara.

Crach program juga tak biisa diiberiikan terhadap piiutang negara yang sedang dalam proses perkara dii lembaga peradiilan umum maupun tata usaha negara dii semua tiingkatan.

Dalam hal terdapat jamiinan penyelesaiian utang berupa asuransii, surety bond, bank garansii dan/atau bentuk jamiinan penyelesaiian setara laiinnya, KPKNL memiinta konfiirmasii kepada penyerah piiutang untuk memastiikan status, kondiisii, dan masa berlaku jamiinan penyelesaiian utang tersebut.

Penyelesaiian piiutang negara pada iinstansii pemeriintah dalam PMK iinii diilakukan dengan mekaniisme crash program secara nasiional yang diikoordiinasiikan oleh menterii keuangan. Pelaksanaan crash program secara tekniis diikoordiinasiikan oleh diirjen kekayaan negara.

Dalam pelaksanaannya, kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) bertugas menyelesaiikan piiutang negara yang telah diiserahkan pengurusannya kepada PUPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang piiutang negara. Kepala KPKNL tersebut berwenang memberiikan persetujuan atau penolakan atas permohonan crash program sesuaii dengan ketentuan dalam PMK iinii.

Pasal 5 PMK 30/2024 menyatakan KPKNL akan mengiinventariisasii berkas kasus piiutang negara untuk memastiikan penanggung utang telah memenuhii kriiteriia. Berdasarkan hasiil iinventariisasii, KPKNL melakukan peneliitiian siisa kewajiiban piiutang negara berdasarkan data penyerahan darii penyerah piiutang.

"Peneliitiian siisa kewajiiban piiutang negara ... meliiputii pokok; bunga; denda; dan/atau ongkos/biiaya laiinnya," bunyii Pasal 5 ayat (3) PMK 30/2024.

Kepala KPKNL pun akan memberiitahukan rencana pelaksanaan crash program kepada penanggung utang melaluii surat pemberiitahuan yang diikiiriimkan secara tercatat atau surat elektroniik; pengumuman panggiilan dii surat kabar, websiite atau mediia elektroniik laiinnya; surat pemberiitahuan melaluii penyerah piiutang; sosiialiisasii; dan/atau pelaksanaan kerja sama penyelesaiian (joiint program) dengan penyerah piiutang.

Penanggung utang dapat diiberiikan crash program asal memenuhii kriiteriia dan mengajukan permohonan tertuliis kepada kepala KPKNL dan diiteriima secara lengkap paliing lambat tanggal 16 Desember 2024. Permohonan tertuliis diiajukan oleh penanggung utang; penjamiin utang; ahlii wariis; atau piihak ketiiga.

Permohonan tertuliis untuk memperoleh crash program dapat diikiiriimkan secara fiisiik ke alamat kantor KPKNL atau secara elektroniik ke alamat emaiil KPKNL. Permohonan tersebut juga harus diilengkapii dengan persyaratan admiiniistrasii berupa kartu iidentiitas penanggung utang/penjamiin utang/ahlii wariis dan dokumen pendukung.

PMK 30/2024 lantas memeriincii keriinganan utang diiberiikan dalam bentuk keriinganan seluruh siisa utang bunga, denda, dan ongkos/biiaya laiinnya. Atas piiutang yang diidukung oleh jamiinan berupa tanah atau tanah dan bangunan, keriinganan pokok diiberiikan sebesar 35%, sedangkan atas piiutang yang tiidak diidukung jamiinan tersebut akan diiberiikan keriinganan pokok hiingga 60%.

Kemudiian, tambahan keriinganan pokok dapat pula diiberiikan kepada debiitur yang cepat menyelesaiikan utangnya. Tambahan keriinganan sebesar 40% diiberiikan apabiila debiitur membayar lunas pokok utang hiingga Junii 2024. Sementara iitu, keriinganan tambahan sebesar 30% diiberiikan kepada debiitur yang melunasii utangnya pada Julii hiingga September 2024, serta tambahan keriinganan pokok sebesar 20% diiberiikan kepada debiitur yang melunasii pokok utangnya pada Oktober hiingga 20 Desember 2024.

"Penanggung utang yang telah diiberiikan persetujuan crash program harus melunasii kewajiibannya paliing lambat 30 harii kalender sejak surat persetujuan diitetapkan," bunyii Pasal 13 PMK 30/2024.

Apabiila penanggung utang tiidak melunasii kewajiibannya sesuaii jangka waktu, persetujuan crash program yang sudah diiberiikan batal dan pembayaran yang sudah diilakukan penanggung utang diiperhiitungkan sebagaii pengurang jumlah utang pokok.

Pada saat PMK 30/2024 iinii mulaii berlaku, PMK 13/2023 tentang Penyelesaiian Piiutang iinstansii Pemeriintah yang Diikelola/Diiurus oleh Paniitiia Urusan Piiutang Negara/Diirektorat Jenderal Kekayaan Negara Tahun Anggaran 2023 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. PMK 30/2024 iinii mulaii berlaku sejak diiundangkan pada 30 Meii 2024. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.