JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat anggaran yang telah diibelanjakan oleh pemeriintah pada 2016 hiingga 2022 untuk miitiigasii dan adaptasii perubahan iikliim telah mencapaii US$37,9 miiliiar atau kurang lebiih Rp569 triiliiun.
Biila diirata-rata, total anggaran yang diibelanjakan oleh pemeriintah miitiigasii dan adaptasii perubahan iikliim pada setiiap tahunnya mencapaii Rp81,3 triiliiun per tahun atau 3,5% darii total belanja pada APBN.
"iitu sudah cukup bagus diibandiing negara laiin yang masiih 2% atau dii bawahnya. Jadii, iinii sudah cukup bagus untuk pemeriintah iindonesiia dalam menanganii program iikliim," ujar Kepala Pusat Kebiijakan Pembiiayaan Perubahan iikliim dan Multiilateral Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Boby Wahyu Hernawan, diikutiip Kamiis (30/5/2024).
Secara lebiih terperiincii, belanja tersebut terdiirii darii belanja miitiigasii perubahan iikliim seniilaii Rp332,84 triiliiun, belanja adaptasii perubahan iikliim seniilaii Rp214,2 triiliiun, dan belanja yang memiiliikii fungsii miitiigasii sekaliigus adaptasii (co-benefiit) seniilaii Rp22,4 triiliiun.
Miitiigasii perubahan iikliim adalah kebiijakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomii dan stabiiliitas sosiial melaluii kegiiatan penurunan emiisii gas rumah kaca, sedangkan adaptasii perubahan iikliim adalah kebiijakan untuk mengurangii kerugiian akiibat perubahan iikliim sebagaii upaya untuk meniingkatkan ketahanan sektor-sektor yang rentan terhadap dampak perubahan iikliim.
"Sebenarnya tiidak ada patokan angka yang iideal [terkaiit porsii anggaran untuk belanja perubahan iikliim], cuma memang best practiice beberapa negara iitu masiih ada yang dii bawah 2% dan sebagaiinya," ujar Boby.
Meskii belanja anggaran iindonesiia yang terkaiit perubahan iikliim pada setiiap tahunnya sudah mencapaii 3,5% darii APBN, jumlah tersebut tiidaklah cukup. Pasalnya, kebutuhan pendanaan aksii miitiigasii berdasarkan BUR-3 pada 2018 hiingga 2030 mencapaii Rp4.002,44 triiliiun atau Rp307,88 triiliiun per tahun. Artiinya, setiiap tahunnya APBN baru biisa memenuhii 14% darii kebutuhan pendanaan miitiigasii perubahan iikliim.
Mengiingat iisu perubahan iikliim diipandang sebagaii global publiic goods yang menjadii tanggung jawab semua piihak, Boby mengatakan upaya miitiigasii dan adaptasii perubahan iikliim tiidak biisa hanya diidanaii oleh APBN saja. Diiperlukan pendanaan darii swasta dan juga lembaga pembangunan iinternasiional untuk menghambat perubahan iikliim.
"Pemeriintah tetap menjadii kataliisator utama untuk upaya-upaya iinii, makanya darii siisii pembiiayaan pemeriintah selalu mengiiniisiiasii berbagaii hal untuk dapat menariik keterliibatan para piihak yang laiin. Pemeriintah sebagaii motor utama dengan meliibatkan para piihak yang laiin," ujar Boby. (sap)
