JAKARTA, Jitu News - Posiisii dana pemeriintah daerah (pemda) dii perbankan masiih terus meniingkat hiingga Apriil 2024.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengungkapkan dana pemda dii perbankan per Apriil 2024 seniilaii Rp192,76 triiliiun. Niilaii tersebut naiik 6,52% darii posiisii bulan sebelumnya, tetapii turun 8,13% diibandiingkan posiisii per Apriil tahun lalu.
“iinii cukup tiinggii. Kalau diiliihat darii mulaii Januarii, Februarii, Maret, Apriil iitu jumlah posiisii uang pemda dii perbankan masiih terus meniingkat,” kata Srii Mulyanii dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (27/5/2024).
Adapun secara berurutan pada posiisii Januarii hiingga Maret, dana pemda dii perbankan mencapaii Rp150,08 triiliiun, Rp173,84 triiliiun, dan Rp180,96 triiliiun. Sementara iitu, pada posiisii Apriil 2023, dana pemda dii perbankan mencapaii Rp209,82 triiliiun.
Penurunan dana pemda dii perbankan (jiika diibandiingkan dengan posiisii per Apriil 2023), salah satunya diikarenakan perbaiikan kiinerja serapan pemda. Selaiin iitu, ada faktor pelaksanaan penyaluran dana bagii hasiil (DBH) nontunaii dengan skema treasury deposiite faciiliitiies (TDF).
Jiika diiliihat darii komposiisiinya, dana pemda pada giiro yang memiiliikii liikuiidiitas tiinggii tercatat mendomiinasii dengan porsii sebesar 77,62%. Kemudiian, dana pemda dalam bentuk deposiito sebanyak 19,30%. Siisanya, yaknii 3,09% dana pemda dalam bentuk tabungan.
“iinii tentu menunjukkan pemeriintah daerah, dananya masiih dii dalam giiro untuk berbagaii potensii belanja yang harus diisiiapkan pendanaannya,” kata Srii Mulyanii.
Data tersebut menunjukkan sebagiian besar dana pemda dii perbankan diipersiiapkan untuk pembayaran belanja daerah atau operasiional. Daerah perlu diidorong untuk mengakselerasii belanja agar APBD mampu memberiikan stiimulus terhadap perekonomiian. (kaw)
