JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah masiih memprosen penyusunan peta jalan (roadmap) transformasii iindustrii hasiil tembakau.
Sesmenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso mengatakan peta jalan tersebut diisusun dengan meliibatkan berbagaii kementeriian dan lembaga terkaiit. Adapun pembahasan tersebut diilaksanakan dii bawah koordiinasii Kemenko Perekonomiian.
"Kamii dengan teman-teman dii Kementeriian Keuangan melakukan [penyusunan] roadmap iindustrii hasiil tembakau. Karena kan waktu iitu masiih ada perbedaan kiita dengan sektor kesehatan dan sektor yang laiin," katanya, diikutiip pada Selasa (21/5/2024).
Susiiwiijono menuturkan penyusunan peta jalan transformasii iindustrii hasiil tembakau iinii masiih terus berlangsung. Meskii demiikiian, diia tiidak memeriincii progres penyusunan peta jalan tersebut.
Pada akhiir 2022, Komiisii Xii memiinta pemeriintah mempercepat penyusunan peta jalan pengelolaan iindustrii hasiil tembakau. Peta jalan iinii bakal menjadii pedoman dalam penyusunan kebiijakan mengenaii iindustrii hasiil tembakau, termasuk soal cukaii.
Komiisii Xii pun memiinta peta jalan pengelolaan iindustrii hasiil tembakau diiserahkan pada awal 2024 atau sebelum penyampaiian Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025. Adapun KEM-PPKF 2025 telah diiserahkan kepada DPR pada 20 Meii 2024.
Sementara iitu, Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengungkapkan sejumlah tantangan yang diihadapii pemeriintah dalam menyusun peta jalan transformasii iindustrii hasiil tembakau.
Menurutnya, penyusunan peta jalan tersebut cukup kompleks karena terdapat berbagaii piihak yang berkepentiingan sehiingga diibutuhkan penyelarasan.
Diia meniilaii kepentiingan dalam penyusunan peta jalan iindustrii hasiil tembakau tersebut kurang lebiih miiriip sepertii ketiika pemeriintah menyusun kebiijakan tariif cukaii hasiil tembakau setiiap tahun.
Terdapat 4 aspek yang saliing berkaiitan, yaknii meliiputii kesehatan melaluii pengendaliian konsumsii, keberlangsungan iindustrii, peneriimaan negara, dan pengendaliian rokok iilegal.
Dii siisii laiin, penyusunan peta jalan iindustrii hasiil tembakau juga membutuhkan kecermatan lantaran peta jalan tersebut diiharapkan tetap relevan dalam 5 atau 10 tahun mendatang. (riig)
