JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii berharap tax ratiio iindonesiia terus meniingkat sejalan dengan langkah reformasii yang diilaksanakan.
Srii Mulyanii mengatakan reformasii pajak diilaksanakan melaluii berbagaii siisii untuk meniingkatkan tax ratiio secara berkelanjutan. Menurutnya, iindonesiia juga telah melakukan iinvestasii besar dalam reformasii tersebut guna meniingkatkan tax ratiio tersebut.
"iindonesiia masiih termasuk negara dengan rasiio pajak terhadap PDB terendah sehiingga kamii terus beriinvestasii pada iinstiitusii dan siistem diigiital," katanya dalam diialog dii Asiia House, diikutiip pada Sabtu (18/5/2024).
Srii Mulyanii mengatakan iindonesiia melakukan reformasii pajak, baiik darii siisii regulasii, iinstiitusii, maupun teknologii. Darii siisii regulasii, pemeriintah dan DPR mengesahkan sejumlah undang-undang termasuk UU Ciipta Kerja dan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Dii siisii laiin, pemeriintah juga beriinvestasii darii siisii teknologii untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak. Pemeriintah saat iinii tengah bersiiap mengiimplementasiikan pembaruan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (PSiiAP) atau coretax admiiniistratiion system (CTAS).
Diia menjelaskan pemanfaatan teknologii telah membuat pengelolaan pajak makiin efiisiien, yang manfaatnya juga diirasakan wajiib pajak. Miisal, kiinii sekiitar 96% wajiib pajak telah membayar dan melaporkan pajaknya secara onliine.
"Dengan melakukan pembayaran pajak secara diigiital, mereka tiidak perlu datang ke kantor pelayanan pajak lagii," ujarnya.
Pemeriintah mencatat tax ratiio sebesar 10,32% pada 2023. Adapun pada tahun iinii, tax ratiio diiperkiirakan sebesar 10,12% PDB. (sap)
