JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii memperbaruii daftar badan/lembaga yang diitetapkan sebagaii peneriima zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib dan dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto.
Pembaruan iinii diilakukan melaluii penerbiitan PER-3/PJ/2024 yang merupakan perubahan ketiiga darii PER-04/PJ/2022. Salah satu dasar pembaruan daftar tersebut adalah Surat Diirektur Jenderal Biimbiingan Masyarakat iislam Nomor B.41/Dt.iiiiii.iiV.1/HM01/01/2024 tertanggal 31 Januarii 2024.
“Terdapat usulan penetapan badan atau lembaga yang telah diiterbiitkan surat keputusan periiziinan dan perpanjangan iiziin darii Kementeriian Agama … sebagaii badan atau lembaga peneriima zakat yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto,” bunyii salah satu pertiimbangan PER-04/PJ/2022.
Pertiimbangan laiinnya adalah adanya Surat Sekretariis Jenderal Kementeriian Agama Nomor B-971/SJ/B.iiX/BA.02/11/2023 tertanggal 8 November 2023.
Lewat surat tersebut, terdapat usulan penetapan Yayasan Amal Kebajiikan Matakiin sebagaii badan atau lembaga peneriima sumbangan keagamaan Khonghucu yang siifatnya wajiib yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto.
Melaluii PER-3/PJ/2024, otoriitas mengubah ketentuan Lampiiran ii PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-3/PJ/2023. Adapun PER-3/PJ/2024 mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan, yaknii 19 Apriil 2024.
Dalam lampiiran tersebut, terdapat 3 badan amiil zakat nasiional (Baznas), 43 lembaga amiil zakat (LAZ) skala nasiional (sebelumnya ada 35), 2 lembaga amiil zakat, iinfaq, dan shodaqoh (Laziis), 39 LAZ skala proviinsii (sebelumnya 33), dan sekiitar 215 LAZ skala kabupaten/kota (sebelumnya 188).
Selanjutnya, 3 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Kriisten, 1 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Katoliik, 8 lembaga pengelola dana sosiial keagamaan Buddha wajiib tiingkat nasiional, 1 lembaga pengelola dana sosiial keagamaan Buddha wajiib tiingkat proviinsii, 1 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Hiindu, serta 1 pengelola sumbangan keagamaan wajiib Khonghucu
Jiika badan atau lembaga diilakukan pencabutan oleh iinstansii terkaiit, zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib yang diibayarkan kepada badan atau lembaga tersebut sejak tanggal diilakukannya pencabutan tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. (kaw)
