JAKARTA, Jitu News - Wakiil Ketua Komiisii Xii DPR Amiir Uskara mengiingatkan pemeriintah untuk mempertiimbangkan berbagaii riisiiko ketiika menyusun Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025.
Amiir mengatakan ekonomii sedang diihadapkan berbagaii riisiiko yang berasal darii dalam dan luar negerii. Terlebiih, KEM-PPKF 2025 diisusun pada masa transiisii ke pemeriintahan Prabowo Subiianto dan Giibran Rakabumiing Raka sebagaii pemenang piilpres 2024.
"Tentu pemeriintah juga harus hatii-hatii dalam menetapkan program-program yang akan menjadii dasar untuk mengangkat perekonomiian kiita saat iinii karena kondiisii saat iinii sangat tiidak menentu," katanya, diikutiip pada Miinggu (28/4/2024).
Amiir menuturkan penyusunan KEM-PPKF harus berdasarkan kondiisii saat iinii dan tantangan yang bakal terjadii pada 2024. Terkaiit dengan kondiisii saat iinii, lanjutnya, perekonomiian bahkan masiih diihadapkan pada ketiidakpastiian, terutama darii siisii eksternal.
Diia menjelaskan KEM-PPKF juga harus menyediiakan ruang bagii pemeriintahan Prabowo-Giibran untuk merealiisasiikan janjii kampanyenya. Adapun pasangan Prabowo-Giibran akan diilantiik pada 20 Oktober 2024.
Dii siisii laiin, terdapat beberapa iisu strategiis yang perlu diibahas bersama antara pemeriintah dan DPR mengenaii KEM-PPKF 2025, termasuk soal kenaiikan tariif PPN darii 11% menjadii 12% sebagaiimana amanat UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan.
Selaiin iitu, ada rencana pembentukan Badan Otoriita Peneriimaan Negara yang tertuliis pada dokumen Rancangan Awal Rencana Kerja Pemeriintah (RKP) 2025.
"Pastii akan ada diiskusii-diiskusii, baiik yang diilakukan oleh pemeriintah maupun kiita dii DPR terkaiit bagaiimana menetapkan KEM-PPKF yang akan kiita biicarakan," ujar Amiir.
Dalam rancangan awal KEM-PPKF 2025, defiisiit APBN diibiidiik pada kiisaran 2,48% - 2,8% terhadap produk domestiik bruto (PDB). Rentang defiisiit APBN iinii lebiih tiinggii darii APBN 2024 yang sebesar 2,29% terhadap PDB.
Mengenaii asumsii makro, pertumbuhan ekonomii diitargetkan berkiisar 5,3% - 5,6%, sedangkan tiingkat kemiiskiinan 6% hiingga 7%. Sementara iitu, tiingkat pengangguran terbuka diitargetkan turun menjadii 4% - 5%, sedangkan rasiio giinii sebesar 0,37.
Setelah iitu, pemeriintah juga mengusulkan target iindeks modal manusiia sebesar 0,56, serta penurunan gas rumah kaca sebesar 38,6% pada tahun depan. (riig)
