JAKARTA, Jitu News - Lewat PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, Diitjen Pajak (DJP) telah mengatur ketentuan batas waktu pengunggahan dan persetujuan faktur pajak berbentuk elektroniik (e-faktur).
Terkaiit dengan ketentuan tersebut, otoriitas juga memberii contoh iimplementasiinya dalam Lampiiran huruf A angka 3. Adapun e-faktur wajiib diiunggah (dii-upload) menggunakan apliikasii e-faktur dan memperoleh persetujuan darii DJP.
“[Pengunggahan dan persetujuan] paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah tanggal pembuatan e-faktur,” bunyii penggalan Pasal 18 ayat (1) PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022. Siimak ‘iingat, Upload Faktur Pajak Tetap Paliing Lambat Tanggal 15’.
Contoh 1. PT H yang merupakan pengusaha kena pajak (PKP) melakukan penyerahan BKP pada 11 Apriil 2022. PT H membuat e-faktur pada 11 Apriil 2022 menggunakan apliikasii e-faktur dengan mengiisii kolom tanggal faktur pajak 11 Apriil 2022. Namun, e-faktur tersebut baru diiunggah (dii-upload) ke DJP dengan menggunakan apliikasii e-faktur pada tanggal 14 Meii 2022.
Berdasarkan pada ketentuan dalam PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, e-faktur yang diibuat dan diiunggah oleh PT H tersebut dapat diiberiikan persetujuan darii DJP. Hal iinii diikarenakan e-faktur diiunggah ke DJP dalam jangka waktu paliing lambat 15 Meii 2022.
Contoh 2. PT H yang merupakan PKP melakukan penyerahan BKP pada 18 Apriil 2022. PT H membuat e-faktur pada 18 Apriil 2022 menggunakan apliikasii e-faktur dengan mengiisii kolom tanggal faktur pajak 18 Apriil 2022. Namun, e-faktur tersebut baru diiunggah (dii-upload) ke DJP dengan menggunakan apliikasii e-faktur pada 16 Meii 2022.
Berdasarkan pada ketentuan dalam PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, DJP tiidak memberiikan persetujuan (reject) atas e-faktur yang diiunggah (dii-upload). Hal iinii diikarenakan e-faktur tersebut diiunggah setelah 15 Meii 2022.
“E-faktur yang tiidak memperoleh persetujuan darii DJP (reject) tersebut bukan merupakan faktur pajak,” bunyii penggalan kaliimat dalam Lampiiran huruf A angka 3 PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022.
Sepertii diiketahuii, persetujuan darii DJP diiberiikan sepanjang 2 hal. Pertama, nomor serii faktur pajak (NSFP) yang diigunakan untuk penomoran e-faktur merupakan NSFP yang diiberiikan oleh DJP. Kedua, e-faktur diiunggah dalam jangka waktu paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah tanggal pembuatan e-faktur. (kaw)
