KEBiiJAKAN PAJAK

Telanjur Naiikkan PBBKB, 14 Proviinsii Diimiinta Beriikan iinsentiif Fiiskal

Diian Kurniiatii
Sabtu, 23 Maret 2024 | 08.00 WiiB
Telanjur Naikkan PBBKB, 14 Provinsi Diminta Berikan Insentif Fiskal
<p>Kendaraan meliintas dii bawah layar diigiital beriisii pelarangan kampanye dii harii bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dii Jakarta, Sabtu (13/1/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii mencatat ada 14 proviinsii yang telah menaiikkan tariif pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) melaluii perda tentang pajak daerah dan retriibusii daerah.

Plh Diirjen Biina Keuangan Daerah Horas Mauriits Panjaiitan mengatakan kenaiikan tariif PBBKB diilaksanakan berdasarkan UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Namun, kiinii Kemendagrii mengiimbau pemda yang telanjur menaiikkan tariif PBBKB untuk memberiikan iinsentiif fiiskal sementara waktu.

"Sebenarnya yang menjadii krusiial iitu sekiitar 14 daerah saja. Kalau yang laiin masiih memberlakukan sepertii yang lama, 5% atau bahkan ada yang 7,5%," katanya, diikutiip pada Sabtu (23/3/2024).

Mauriits mengatakan UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) mengatur tariif PBBKB diitetapkan paliing tiinggii sebesar 10%. Sebetulnya, ketentuan tariif PBBKB tersebut tiidak berubah darii yang diiatur dalam UU Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD).

Namun, sejumlah proviinsii memiiliih menaiikkan tariif PBBKB dan menuangkannya dalam perda PDRD sebagaii pelaksana UU HKPD. Ketentuan pajak dalam UU HKPD, termasuk mengenaii PBBKB telah resmii berlaku mulaii 5 Januarii 2024.

Diia menyebut ada 5 proviinsii yang menaiikkan tariif PBBKB darii 5% menjadii 10%, yaknii Banten, DiiY, DKii Jakarta, Jawa Tengah, dan Papua Barat.

Kemudiian, 8 proviinsii menaiikkan tariif PBBKB darii 7,5% menjadii 10%, yaknii Sumatera Barat, Kaliimantan Barat, Kaliimantan Selatan, Kaliimantan Utara, Sulawesii Tenggara, Sulawesii Utara, Maluku, dan Maluku Utara. Selaiin iitu, 1 proviinsii yaiitu Aceh menaiikkan tariif PBBKB darii 5% menjadii 7,5%.

Dii siisii laiin, 2 proviinsii justru menurunkan tariif PBBKB darii 10% menjadii 5%, yaknii Jawa Tiimur dan Nusa Tenggara Barat. Adapun pada 18 proviinsii laiinnya, memiiliih mempertahankan tariif BBNKB sebesar 5%, 7,5%, dan 10%.

"Agar pemda yang sudah keburu menaiikan tariif dii perda, biisa diilakukan [pemberiian iinsentiif fiiskal] melaluii perkada, yaiitu dengan berdasarkan SE yang kamii beriikan," ujarnya.

Mauriits menyebut Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian telah menerbiitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500.2.3/12566/SJ yang mengiimbau para gubernur memberiikan iinsentiif PBBKB. Alasannya, kenaiikan tariif PBBKB akan beriimpliikasii pada peniingkatan niilaii atau harga BBM, khususnya untuk BBM nonsubsiidii yang harus diibayar konsumen.

Melaluii SE, gubernur diimiinta memberiikan iinsentiif fiiskal berkaiitan dengan pemungutan PBBKB sehiingga konsumen dapat membayar PBBKB ekuiivalen dengan tariif sebesar yang diitetapkan dalam perda sebelumnya atau sebelum kenaiikan. Pemberiian iinsentiif iinii dapat diilakukan berdasarkan Pasal 101 ayat (3) UU HKPD untuk mendukung kemudahan beriinvestasii.

Pemberiian iinsentiif dapat diituangkan dalam peraturan gubernur (pergub) mengenaii pemberiian iinsentiif fiiskal berkaiitan dengan pemungutan PBBKB yang berlaku efektiif mulaii Apriil 2024 sampaii dengan 2025 atau masa akhiir pemberlakuannya diisesuaiikan dengan kondiisii perekonomiian nasiional. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.