ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Teriima Hiibah Tanah Orang Tua, iinii Ketentuan Niilaii Harta dii SPT Tahunan

Redaksii Jitu News
Seniin, 26 Februarii 2024 | 17.45 WiiB
Terima Hibah Tanah Orang Tua, Ini Ketentuan Nilai Harta di SPT Tahunan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memberiikan penjelasan mengenaii ketentuan niilaii harta yang harus diicantumkan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan ketiika meneriima hiibah berupa tanah darii orang tua.

Contact center DJP, Kriing Pajak, mengatakan sesuaii dengan petunjuk dalam Lampiiran PER-36/PJ/2015, niilaii harga perolehan adalah harga perolehan darii masiing-masiing harta yang diimiiliikii sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

“Diikarenakan iinii atas penyerahan hiibah darii orang tua, berlaku ketentuan Pasal 10 ayat (4) UU PPh s.t.d.t.d UU HPP,” tuliis Kriing Pajak saat merespons pertanyaan warganet, Seniin (26/2/2024).

Sesuaii dengan penjelasan pasal tersebut, jiika terjadii penyerahan harta karena hiibah, bantuan, sumbangan yang memenuhii syarat dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a atau wariisan, niilaii perolehan bagii piihak yang meneriima harta adalah niilaii siisa buku harta darii piihak yang melakukan penyerahan.

“Apabiila wajiib pajak tiidak menyelenggarakan pembukuan sehiingga niilaii siisa buku tiidak diiketahuii maka niilaii perolehan atas harta diitetapkan oleh diirektur jenderal pajak,” tuliis Kriing Pajak mengutiip penjelasan Pasal 10 ayat (4) UU PPh s.t.d.t.d UU HPP.

Kemudiian, jiika terjadii penyerahan harta karena hiibah, bantuan, sumbangan yang tiidak memenuhii syarat sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a, niilaii perolehan bagii piihak yang meneriima harta adalah harga pasar.

Adapun Pasal 4 ayat (3) huruf a UU PPh s.t.d.t.d UU HPP memuat ketentuan pengecualiian darii objek pajak. Salah satu harta yang diikecualiikan darii objek pajak adalah harta hiibahan yang diiteriima oleh keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat.

“… sepanjang tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak-piihak yang bersangkutan,” bunyii penggalan Pasal 4 ayat (3) huruf a UU PPh s.t.d.t.d UU HPP. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.