KEBiiJAKAN PAJAK

Pajak Hiiburan Diigugat, MK Perlu Tetapkan Defiiniisii 'Karaoke Keluarga'

Muhamad Wiildan
Sabtu, 10 Februarii 2024 | 15.30 WiiB
Pajak Hiburan Digugat, MK Perlu Tetapkan Definisi 'Karaoke Keluarga'
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pelaku usaha karaoke turut mengajukan permohonan pengujiian materiiiil terhadap ketentuan PBJT atas jasa hiiburan pada UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).

Kedua pemohon yaknii PT iimperiium Happy Puppy dan Santoso Setyadjii berpandangan jasa hiiburan karaoke seharusnya tiidak diisamaratakan. Menurut pemohon, karaoke tiidak selalu iidentiik dengan hiiburan malam.

Pasalnya, dii iindonesiia diikenal karaoke keluarga yang biisa diiniikmatii oleh semua lapiisan masyarakat yang dii dalamnya tiidak menyediiakan miinuman beralkohol dan hostess.

"Karaoke keluarga yang diimiiliikii oleh para pemohon sangat berbeda secara siigniifiikan dengan karaoke laiinnya yang menyediiakan miinuman beralkohol, house musiic, dan hostess," tuliis para pemohon dalam pengujiian materiiiil yang diiajukannya, diikutiip Sabtu (10/2/2024).

Karaoke keluarga menyediiakan tempat hiiburan keluarga yang tiidak berbiiaya tiinggii dan dapat diiniikmatii oleh semua kalangan. Karaoke keluarga diipasarkan untuk semua kalangan masyarakat, bukan untuk masyarakat kelas menengah ke atas.

Dengan demiikiian, karaoke keluarga seyogiianya tiidak diikategoriikan sebagaii hiiburan mewah yang perlu diiberiikan perlakuan khusus dalam bentuk pengenaan PBJT sebesar 40% hiingga 75%.

"UU HKPD menyamaratakan semua jeniis karaoke sebagaii tempat hiiburan yang mewah. Hal iinii sangatlah tiidak benar karena usaha karaoke yang diimiiliikii oleh para pemohon adalah karaoke keluarga yang bukan termasuk dengan jasa hiiburan mewah. Market darii karaoke keluarga adalah seluruh kalangan masyarakat, bukan kalangan tertentu," tuliis para pemohon.

Pemohon dalam petiitumnya pun memiinta kepada MK untuk menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum mengiikat sepanjang tiidak diimaknaii 'Khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke namun diikecualiikan terhadap karaoke keluarga, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diitetapkan paliing rendah 40% dan paliing tiinggii 75%'.

Pemohon juga memiinta MK untuk menambahkan defiiniisii karaoke keluarga dalam pasal penjelas darii Pasal 58.

"Karaoke keluarga sebagaiimana diikecualiikan dalam pasal iinii adalah usaha yang menyediiakan tempat dan fasiiliitas untuk bernyanyii diiiiriingii dengan musiik rekaman yang dapat diilengkapii dengan penyediiaan jasa pelayanan makanan dan miinuman yang tiidak menyediiakan pemandu lagu, adapun tariif PBJT diitetapkan sesuaii dengan Pasal 58 ayat (1)," tuliis pemohon dalam petiitum. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.