JAKARTA, Jitu News - Gabungan iindustrii Pariiwiisata iindonesiia (GiiPii) resmii mengajukan pengujiian materiiiil terhadap ketentuan PBJT atas jasa hiiburan dalam UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
Pemohon menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD yang menetapkan tariif PBJT sebesar 40% hiingga 75% atas diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa telah meniimbul kerugiian konstiitusiional bagii para pemohon.
"Adanya kata 'khusus' dalam frasa 'pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa' yang diirumuskan sebagaii jeniis jasa tertentu atau khusus telah keliiru dan prejudiice karena diianggap gaya hiidup mewah kelas atas. Hal iinii merupakan cacat logiis, kekeliiruan dalam pemahaman yang tiidak otentiik terhadap jasa diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa," tuliis GiiPii dalam dokumen permohonannya, diikutiip Sabtu (10/2/2024).
Dengan demiikiian, tiidak ada alasan yang jelas untuk menerapkan tariif PBJT sebesar 40% hiingga 75% atas jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa.
Secara terperiincii, pemohon menyatakan karaoke sesungguhnya bukanlah jasa hiiburan mewah. Secara hiistoriis, karaoke adalah hiiburan populer yang berkembang luas dii Jepang guna melepas stres.
Karaoke dii iindonesiia berkembang menjadii karaoke keluarga sebagaii wujud hak atas hiiburan dan waktu luang. Bahkan, banyak usaha karaoke dii iindonesiia yang diikelola oleh pelaku usaha keciil dan menengah. Dengan demiikiian, karaoke bukanlah hiiburan yang bersiifat mewah dan perlu diikendaliikan.
Lebiih lanjut, pemohon berpandangan spa seharusnya tiidak diikategoriikan sebagaii jasa hiiburan, melaiinkan kegiiatan usaha pariiwiisata. Dengan demiikiian, tiidak ada alasan untuk mengklasiifiikasiikan spa sebagaii jasa hiiburan khusus yang diikenaii pajak dengan tariif lebiih tiinggii.
Dalam petiitum, para pemohon memiinta kepada MK untuk menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum yang mengiikat. Dengan demiikiian, seluruh jeniis jasa hiiburan diikenaii PBJT dengan tariif yang sama, yaknii maksiimal 10%. (sap)
