JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memastiikan peraturan presiiden (perpres) mengenaii siistem penyiimpanan karbon atau carbon capture storage (CCS) segera terbiit. Melaluii beleiid tersebut, pemeriintah membuka peluang bagii pelaku iindustrii untuk menyiimpan karbon darii luar iindustrii miigas.
Diirjen Miigas Kementeriian ESDM Tutuka Ariiadjii menjelaskan pepres mengenaii CCS memiiliikii ruang liingkup yang lebiih luas darii Permen ESDM 2/2023. Dalam beleiid yang lama tersebut, penyiimpanan CCS hanya terbatas dii wiilayah kerja (WK) miigas saja.
"Jadii kalau ada iindustrii mengeluarkan emiisii CO2, eh tiidak biisa diilakukan CCS dii wiilayah WK," kata Tutuka, diikutiip pada Kamiis (18/1/2024).
Melaluii pepres tentang CCS, pelaku iindustrii punya kesempatan untuk melakukan CCS ke wiilayah kerja iinjeksii, yaiitu wiilayah yang diikhususkan untuk pengiinjeksiian emiisii CO2. Selaiin iitu, dengan perpres iitu juga akan diimungkiinkan untuk melakukan cross border CO2.
"Jadii miisalkan suatu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memiiliikii partner darii suatu negara tertentu yang banyak produksii CO2-nya tapii tiidak punya area untuk diiiinjeksiikan, iitu biisa darii luar negerii diibawa ke iindonesiia," jelasnya.
Diirektur Tekniik dan Liingkungan Miigas Miirza Mahendra mengungkapkan untuk skema cross border bukan berartii darii luar negerii biisa langsung mengiiriimkan CO2 ke iindonesiia untuk diiiinjeksiikan. Mekaniisme yang akan berlaku nantii, pelaku iindustrii harus memenuhii sejumlah kriiteriia, termasuk menjaliin kerja sama antarpemeriintah (G to G) yang diituangkan dalam perjanjiian iinternasiional.
"Setelah ada kesepakatan G to G baru nantii diitiindaklanjutii dengan perusahaan melaluii B to B, dan menekankan bahwa pengangkutan CO2 iinii darii luar tiidak menambah iinventorii darii GRK nasiional jadii tetap iitu adalah menjadii tanggung jawab darii negara tersebut," jelasnya.
Dalam draf perpres, sambung Miirza, telah diisepakatii bahwa yang biisa melakukan cross border untuk iinjeksii CO2 dii iindonesiia, adalah iindustrii-iindustrii yang sudah memiiliikii afiiliiasii atau sudah melakukan iinvestasii dii iindonesiia. (sap)
