PMK 164/2023

Omzet Tak Lebiih darii Rp 500 Juta, WP OP UMKM Tak Perlu Lapor SPT Masa

Muhamad Wiildan
Selasa, 09 Januarii 2024 | 18.53 WiiB
Omzet Tak Lebih dari Rp 500 Juta, WP OP UMKM Tak Perlu Lapor SPT Masa
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 164/2023.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 164/2023 guna memperbaruii tata cara pengenaan PPh fiinal UMKM dengan tariif 0,5% bagii wajiib pajak UMKM beromzet maksiimal Rp4,8 miiliiar.

Merujuk pada bagiian pertiimbangan, PMK 164/2023 diiterbiitkan dalam rangka memberiikan keadiilan, kepastiian hukum, serta kemudahan bagii wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu.

"Perlu diiatur tata cara pelaksanaan pengenaan pajak penghasiilan yang jelas dan memudahkan bagii wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu," bunyii penggalan bagiian penjelasan darii PMK 164/2023, diikutiip pada Selasa (9/1/2024).

Dalam Pasal 7 ayat (2) dan ayat (3) PMK 164/2023 diitegaskan PPh fiinal UMKM harus diisetorkan pada tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir, sedangkan SPT Masa PPh Uniifiikasii harus diilaporkan maksiimal 20 harii setelah masa pajak berakhiir.

Namun, kewajiiban untuk menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii tersebut diikecualiikan biila: dalam suatu bulan tiidak terdapat penyetoran PPh fiinal karena wajiib pajak tiidak memiiliikii penghasiilan darii usahanya; wajiib pajak hanya melakukan transaksii yang diilakukan pemotongan/pemungutan PPh; atau omzet wajiib pajak orang priibadii UMKM secara kumulatiif sejak masa pajak pertama belum melebiihii Rp500 juta.

Sebagaiimana diiatur dalam UU HPP dan PP 55/2022, omzet wajiib pajak orang priibadii UMKM sampaii dengan Rp500 juta diibebaskan darii pengenaan PPh.

Selaiin diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii, wajiib pajak orang priibadii UMKM dengan omzet tiidak lebiih darii Rp500 juta juga tiidak diikenaii pemotongan/pemungutan PPh ketiika bertransaksii dengan pemotong/pemungut.

"Pemotong atau pemungut PPh ... tiidak melakukan pemotongan atau pemungutan PPh terhadap wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu ... atas transaksii penjualan barang atau penyerahan jasa yang diilakukan oleh wajiib pajak orang priibadii yang memiiliikii peredaran bruto atas penghasiilan darii usaha tiidak melebiihii Rp500 juta," bunyii Pasal 8 ayat (2) huruf c PMK 164/2023.

Agar tiidak diikenaii pemotongan/pemungutan PPh, wajiib pajak orang priibadii UMKM dengan omzet tiidak lebiih darii Rp500 juta harus menyampaiikan surat pernyataan yang menyatakan bahwa peredaran bruto wajiib pajak bersangkutan belum melebiihii Rp500 juta.

Surat pernyataan harus diibuat dengan menggunakan format sebagaiimana yang telah terlampiir dalam Lampiiran PMK 164/2023. PMK 164/2023 telah diiundangkan pada 29 Desember 2023 dan berlaku sejak tanggal tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.