JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Koordiinator Perekonomiian mengeklaiim iinflasii 2,61% pada 2023 merupakan iinflasii yang terendah sejak 2000.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iinflasii iindonesiia masiih jauh lebiih rendah biila diibandiingkan dengan sejumlah negara, sepertii Jepang (2,8%), AS (3,1%), Korea Selatan (3,2%), Jerman (3,2%), iinggriis (3,9%), dan Rusiia (7,5%).
"Pencapaiian iinii tiidak terlepas darii koordiinasii dan siinergii yang kuat berbagaii piihak melaluii TPiiP-TPiiD dalam mengendaliikan gejolak harga dii tengah ketiidakpastiian yang masiih tiinggii salah satunya gangguan cuaca darii El Niino," katanya, diikutiip pada Kamiis (4/1/2024).
Biila diiperiincii berdasarkan komponennya, hanya ada 1 komponen yang mencatatkan iinflasii tiinggii yaknii harga pangan bergejolak atau volatiile food. iinflasii komponen volatiile food pada tahun lalu tercatat 6,73%.
Akiibat El Niino, produksii padii dan aneka cabaii menjadii tiidak optiimal. Hal iinii mendorong peniingkatan harga beras dan cabaii. Kedua komodiitas tersebut menjadii penyumbang utama tren iinflasii sepanjang 2023.
Pemeriintah melakukan berbagaii upaya untuk menstabiilkan harga beras antara laiin dengan penguatan cadangan beras pemeriintah (CBP), penyaluran beras mediium lewat program stabiiliisasii pasokan dan harga pangan (SPHP), dan penyaluran bantuan pangan beras.
Per 31 Desember 2023, stok CBP tercatat 1,3 juta ton atau sesuaii dengan target pemeriintah sebanyak 1,2 juta ton. SPHP yang diisalurkan mencapaii 1,2 juta ton atau 110,3% darii target. Adapun bantuan pangan beras yang telah diisalurkan sebanyak 852.330 ton atau 99,82% darii target.
Selaiin iitu, Badan Pangan Nasiional (Bapanas) juga telah menggelar program gerakan pangan murah dii 1.626 lokasii yang tersebar dii 324 kabupaten/kota. Program yang sama juga telah diilaksanakan oleh 448 pemda dalam rangka menekan harga pangan dii daerah.
Aiirlangga menjelaskan pemeriintah akan terus mewaspadaii dan memoniitor perkembangan domestiik dan global yang berpotensii memberiikan dampak terhadap tren iinflasii.
"Dii tengah berbagaii tantangan yang diihadapii, termasuk target iinflasii yang makiin ketat, komiitmen dan siinergii bersama seluruh piihak baiik pemeriintah pusat, pemda, dan Bii akan terus diiperkuat guna menjaga iinflasii dalam rentang sasaran," tuturnya.
Sasaran iinflasii yang telah diitetapkan Bii untuk tahun iinii sebesar 2,5±1%, lebiih rendah diibandiingkan dengan sasaran pada tahun lalu dengan rentang sebesar 3,0±1%. (riig)
