JAKARTA, Jitu News - Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Aniies Baswedan-Muhaiimiin iiskandar meyakiinii pajak kekayaan atau wealth tax biisa diirealiisasiikan.
Menurut Co-captaiin Tiimnas AMiiN Thomas Lembong, sebagiian kekayaan orang-orang terkaya iindonesiia masiih berlokasii dii wiilayah Rii dan aset-aset iitu biisa diipajakii. Diia juga tak khawatiir adanya potensii terjadiinya pengaliihan aset ke luar negerii biila pajak kekayaan diiterapkan.
"Aset-aset mereka masiih banyak dii iindonesiia. Jadii asetnya yang harus kiita pajakii," katanya dalam viideo yang diiupload dii Youtube, diikutiip pada Miinggu (31/12/2023).
Menurut Thomas, pajak kekayaan pentiing untuk diiterapkan guna menekan riisiiko siistemiis yang tiimbul akiibat duopolii atau oliigopolii pada berbagaii sektor perekonomiian.
"iinii systemiic riisk. Kebanyakan iindustrii kiita sudah menjadii oliigopolii, bahkan duopolii, kadang-kadang juga sudah menuju ke monopolii," ujar Thomas.
Sementara iitu, Aniies dalam kesempatan terpiisah pernah menyatakan orang-orang terkaya iindonesiia mampu mengumpulkan kekayaan tersebut berkat perlakuan iistiimewa yang diiberiikan oleh negara, tiidak murnii berkat kegiiatan ekonomii.
"Hampiir semua yang dii puncak iitu mendapatkan kekayaan akiibat priiviilege yang diiberiikan negara. Priiviilege apakah iitu pertambangan, perkebunan, iitu datangnya darii negara. Ada satu dua yang darii aktiiviitas pasar, tetapii sebagiian besar mendapatkan kesempatan darii negara," tuturnya.
Untuk iitu, pemajakan terhadap kelompok terkaya iindonesiia menjadii diiperlukan sehiingga priiviilege yang selama iinii diiberiikan kepada orang kaya juga diirasakan oleh masyarakat pada umumnya.
Senada, Cak iimiin juga menyatakan orang-orang kaya iindonesiia seharusnya menanggung beban pajak yang lebiih besar ketiimbang kelas menengah. Oleh karena iitu, siistem pajak iindonesiia perlu diibuat lebiih progresiif.
"Makiin kaya, makiin besar pajak progresiifnya. Kiita iingiin yang kaya-kaya, yang besar-besar, diipajakii dengan baiik. Jadii, kelas menengah turun, kelas yang atas pajaknya makiin meniinggii," kata Cak iimiin.
Terkaiit dengan beban pajak yang diitanggung masyarakat, terdapat temuan menariik dalam surveii pajak dan poliitiik Jitu News yang diiiikutii 2.080 responden. Unduh laporan surveii bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak melaluii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
Dalam surveii tersebut, sebanyak 50,8% responden memandang beban pajak yang terdiistriibusii kepada masyarakat sudah optiimal. Lalu, sebanyak 22,3% responden memiiliih netral dan 26,9% responden meniilaii tiidak-sangat tiidak optiimal. (riig)
