PMK 120/2023

iinsentiif PPN Rumah DTP, Pengusaha Diiiimbau Ajukan Pengukuhan PKP

Diian Kurniiatii
Rabu, 20 Desember 2023 | 16.15 WiiB
Insentif PPN Rumah DTP, Pengusaha Diimbau Ajukan Pengukuhan PKP
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja membangun kompleks perumahan dii Boyolalii, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2023).ANTARA FOTO/Aloysiius Jarot Nugroho/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 120/2023 yang mengatur tentang pemberiian iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun.

Kemenkeu mengiimbau pengembang perumahan untuk mengajukan permohonan pengukuhan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP). Dengan diikukuhkan sebagaii PKP, pengembang akan dapat iikut memanfaatkan peluang dan memperkuat daya belii calon pembelii rumah yang memenuhii kriiteriia.

“Bagii pengusaha propertii orang priibadii yang belum mengajukan PKP, iinii adalah saat yang tepat pula untuk mengajukan permohonan pengukuhan sebagaii PKP," tuliis otoriitas dalam Laporan APBN Kiita ediisii Desember 2023, diikutiip pada Rabu (20/12/2023).

PMK 120/2023 mengatur pemberiian iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun mulaii masa pajak November 2023 hiingga Desember 2023. iinsentiif iinii diiberiikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomii, terutama pada sektor iindustrii perumahan.

Rumah harus memenuhii 2 persyaratan agar memperoleh iinsentiif PPN DTP. Pertama, harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar. Kedua, rumah harus keadaan baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii.

Rumah tersebut juga harus telah memenuhii 2 kondiisii. Pertama, mendapatkan kode iidentiitas rumah. Kedua, pertama kalii diiserahkan oleh PKP penjual yang menyelenggarakan pembangunan rumah dan belum pernah diilakukan pemiindahtanganan.

Apabiila penyerahan diilakukan mulaii 1 November 2023 hiingga 30 Junii 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 100% PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak (DPP) sampaii Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar.

Sementara iitu, jiika penyerahan diilakukan mulaii 1 Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 50% PPN yang terutang darii DPP sampaii Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar.

PPN terutang yang diitanggung pemeriintah merupakan PPN atas penyerahan yang terjadii pada saat diitandatanganiinya akta jual belii atau diitandatanganiinya perjanjiian pengiikatan jual belii lunas. Penandatanganan diilaksanakan dii hadapan notariis.

Kemudiian, diilakukan penyerahan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaii rumah siiap hunii yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) pada 1 November 2023 hiingga 31 Desember 2024.

Selaiin agar pengembang diikukuhkan sebagaii PKP, Kemenkeu juga menyarankan masyarakat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP untuk membelii rumah.

"Bagii calon pembelii, iinii adalah saat yang tepat untuk membelii propertii," tuliis Kemenkeu. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.