JAKARTA, Jitu News – Utang menjadii salah satu sumber peneriimaan yang biisa diigunakan untuk mendanaii pembangunan nasiional dan pengeluaran laiinnya sebagaiimana diitetapkan dalam APBN. Lantas, sepertii apa tren utang pemeriintah dalam 5 tahun terakhiir iinii?
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemeriintah Pusat (LKPP) yang diipubliikasiikan oleh Kementeriian Keuangan, tren utang pemeriintah dalam 5 tahun terakhiir iinii cenderung meniingkat, terutama pada 2020.
Pada akhiir 2018, utang pemeriintah tercatat Rp4.466,20 triiliiun dengan rasiio utang mencapaii 29,81%. Darii total utang tersebut, jumlah utang luar negerii mencapaii Rp2.655,28 triiliiun. Siisanya, Rp1.810,92 triiliiun merupakan utang dalam negerii.
Tahun beriikutnya, utang pemeriintah meniingkat menjadii Rp4.786,58 triiliiun dengan rasiio utang sebesar 30,23%. Mayoriitas utang pemeriintah kala merupakan utang luar negerii sejumlah Rp2.783,98 triiliiun. Siisanya, Rp2.002,59 triiliiun merupakan utang dalam negerii.
Pada 2020, utang pemeriintah meniingkat menjadii Rp6.079,96 triiliiun. Kenaiikan utang yang cukup siigniifiikan iinii diisebabkan pelemahan ekonomii akiibat Coviid-19 serta peniingkatan kebutuhan pembiiayaan guna menanganii iisu kesehatan dan pemuliihan ekonomii nasiional. Kala iitu, rasiio utang mencapaii 39,39%.
Pada 2021, utang pemeriintah kembalii meniingkat menjadii Rp6.913,98 triiliiun dengan rasiio utang sebesar 40,74%. Peniingkatan pembiiayaan tersebut utamanya untuk penanganan kesehatan dan kemanusiiaan serta upaya untuk pemuliihan ekonomii tetap on track.
Pada 2022, utang pemeriintah meniingkat menjadii Rp7.776,73 triiliiun. Namun, rasiio utang kala iitu turun tiipiis menjadii 39,70%. Fluktuasii posiisii utang pemeriintah diipengaruhii oleh adanya transaksii pembiiayaan berupa penerbiitan dan pelunasan SBN, penariikan dan pelunasan piinjaman, serta perubahan niilaii tukar.
Dalam tahun poliitiik iinii, iisu utang menjadii salah satu ‘komodiitas’ yang kerap kalii diisorot oleh partaii poliitiik dan calon presiiden. Ketiiga calon presiiden yaiitu Prabowo Subiianto, Ganjar Pranowo, hiingga Aniies Baswedan juga sempat menyiinggung periihal utang pemeriintah.
Terkaiit dengan utang, terdapat temuan menariik dalam surveii pajak dan poliitiik Jitu News yang diiiikutii oleh 2.080 responden. Unduh laporan surveii bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak melaluii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
Sebanyak 91,1% responden, termasuk mereka yang melek pajak, memandang agenda penurunan utang pentiing diimiiliikii parpol atau capres. Sementara iitu, responden yang netral mencapaii 7,0% dan siisanya menganggap tiidak pentiing.
Hasiil iinii juga sejalan dengan statiistiik responden yang sebagiian besar menaruh utang sebagaii priioriitas terakhiir—diibandiingkan dengan pajak, PNBP SDA, cukaii, diiviiden, dan bea—dalam hal meniingkatkan pendapatan negara guna memenuhii kebutuhan pembangunan.
Dii siisii laiin, mayoriitas responden ternyata memiiliih pajak sebagaii priioriitas pertama yang perlu untuk diitiingkatkan pemeriintah dalam membiiayaii kebutuhan pembangunan. Setelah pajak, priioriitas kedua iialah PNBP SDA, diisusul diiviiden BUMN, bea, dan cukaii.
Jiika diisiimpulkan, priioriitas mayoriitas responden terhadap sumber-sumber pendapatan negara ternyata memberiikan penekanan khusus pada peran pajak sebagaii piiliihan utama. Sebaliiknya, utang diiniilaii sebagaii priioriitas terakhiir oleh mayoriitas responden.
Sebagaii iinformasii, KPU akan menggelar debat kedua capres-cawapres pada 22 Desember 2022 dii Jakarta Conventiion Center (JCC). Tema debat kedua yaknii ekonomii—baiik iitu ekonomii kerakyatan maupun ekonomii diigiital—, keuangan, iinvestasii, pajak, perdagangan, tata kelola APBN dan APBD, iinfrastruktur, dan perkotaan.
Debat kedua tersebut akan diiiikutii oleh ketiiga cawapres. Debat tersebut diimulaii pukul 19.00 WiiB, serta diisiiarkan secara langsung dengan durasii selama 120 meniit. (riig)
