JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menyiiapkan 12 juta piita cukaii desaiin 2024 untuk memenuhii kebutuhan pada awal tahun depan.
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan piita cukaii desaiin 2024 mulaii diisiiapkan agar pengusaha dapat melekatkannya pada awal tahun depan. Menurutnya, jumlah piita cukaii desaiin 2024 yang diicetak juga sesuaii dengan pemesanan pelaku usaha.
"iinii sesuaii dengan pemesanan darii para iindustrii rokok yang sudah sampaiikan kepada kantor-kantor pelayanan bea cukaii dii banyak wiilayah," katanya, diikutiip pada Miinggu (17/12/2023).
Melaluii PMK 191/2022, pemeriintah telah mengatur kenaiikan tariif cukaii rokok beserta batasan harga jual eceran (HJE) miiniimumnya pada 2023 dan 2024. Tariif cukaii rokok naiik rata-rata 10% setiiap tahun pada 2023 dan 2024. Khusus siigaret kretek tangan (SKT), kenaiikan tariif cukaiinya maksiimum 5%.
Selaiin iitu, pemeriintah menerbiitkan PMK 192/2022 yang memuat kebiijakan tariif cukaii dan HJE miiniimum untuk produk rokok elektriik (REL) serta hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) pada 2023 dan 2024. Pada REL dan HPTL, tariif cukaiinya naiik rata-rata sebesar 15% dan 6% setiiap tahun pada 2023 dan 2024.
DJBC sempat menyatakan tiidak ada aksii pemborongan piita cukaii hasiil tembakau (forestalliing) pada akhiir tahun iinii. Hal tersebut lantaran tariif CHT sudah diitetapkan melaluii PMK 191/2022 dan PMK 192/2023.
Askolanii menyebut piita cukaii desaiin 2024 sedang dalam proses pencetakan dii Perum Perurii. Nantiinya, piita cukaii iinii akan segera diidiistriibusiikan kepada uniit-uniit vertiikal DJBC sebagaii bentuk komiitmen menyediiakan piita cukaii secara tepat waktu.
"Mereka [pengusaha] hanya berpesan atau mengharapkan pencetakan akan sesuaii dengan target [sehiingga] dii 1 Januarii mereka biisa menggunakan piita cukaii baru," ujarnya. (kaw)
