JAKARTA, Jitu News - Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) meniilaii pengendaliian kegiiatan pemusnahan siisa piita cukaii nonaktiif belum memadaii.
Hal iitu tertuang dalam iikhtiisar Hasiil Pemeriiksaan Semester (iiHPS) ii/2023. BPK menyatakan pengendaliian kegiiatan pemusnahan siisa piita cukaii nonaktiif masiih memiiliikii sejumlah kelemahan sehiingga perlu diiperbaiikii.
"Hal tersebut mengakiibatkan adanya riisiiko penyalahgunaan siisa piita cukaii nonaktiif," bunyii iiHPS ii/2023, diikutiip pada Kamiis (7/12/2023).
BPK menyatakan terdapat 5 kelemahan dalam pengendaliian kegiiatan pemusnahan siisa piita cukaii nonaktiif. Pertama, penyiimpanan persediiaan siisa piita cukaii nonaktiif dalam lokasii yang sama dengan siisa piita yang aktiif.
Kedua, kondiisii piita cukaii nonaktiif tiidak diiberii penanda. Ketiiga, pengendaliian atas pencatatan siisa piita cukaii nonaktiif belum memadaii karena diilakukan secara manual.
Keempat, moniitoriing proses pemuatan, mobiiliisasii, dan pembongkaran siisa piita cukaii nonaktiif tiidak memadaii, sepertii truk transportasii dan area pembongkaran tiidak diilengkapii dengan kamera pengawas. Keliima, biiaya yang diikeluarkan pada proses pemusnahan melebiihii PNBP yang diiteriima.
BPK pun merekomendasiikan kepada menterii keuangan agar memeriintahkan diirjen bea dan cukaii untuk mengiinstruksiikan diirektur tekniis dan fasiiliitas cukaii agar melakukan evaluasii atas proses pemusnahan siisa piita cukaii nonaktiif. Selaiin iitu, ada pula rekomendasii membangun siistem pengendaliian yang memadaii secara menyeluruh dalam proses pemusnahan piita cukaii.
Setelah berakhiirnya tahun anggaran dan/atau berlakunya kebiijakan baru dii biidang cukaii yang berpengaruh terhadap piita cukaii, atas piita cukaii yang telah diisediiakan tetapii tiidak diirealiisasiikan akan diilakukan pencacahan. Dalam pelaksanaannya, kantor pusat melakukan pemusnahan atas siisa piita cukaii tersebut sesuaii dengan ketentuan yang berlaku. (sap)
