UJii MATERiiiiL

Ujii Materiiiil Diitolak, MK: Siidang PK Tiidak Perlu Diihadiirii Para Piihak

Muhamad Wiildan
Kamiis, 30 November 2023 | 13.30 WiiB
Uji Materiil Ditolak, MK: Sidang PK Tidak Perlu Dihadiri Para Pihak
<p>Gedung Mahkamah Konstiitusii. (foto: Antara)</p>

JAKARTA, Jitu News - Mahkamah Konstiitusii (MK) menolak permohonan pengujiian materiiiil terhadap Pasal 50 ayat (1) UU Mahkamah Agung (MA) dan Pasal 253 ayat (3) UU Hukum Acara Piidana (KUHAP).

Dalam pembacaan Putusan MK Nomor 122/PUU-XXii/2023, Hakiim Konstiitusii Manahan M.P. Siitompul menyatakan siidang peniinjauan kembalii (PK) tiidaklah perlu diihadiirii oleh para piihak dalam persiidangan yang terbuka umum sebagaiimana yang diidaliilkan oleh para pemohon.

"Mahkamah tiidak dapat meneriima alasan pemohon yang berpendapat pemeriiksaan perkara PK dapat menghasiilkan valiidiitas dii dalam memeriiksa buktii baru apabiila diiveriifiikasii oleh para piihak dan publiik," katanya, diikutiip pada Kamiis (30/11/2023).

Menurut MK, kewajiiban bagii para piihak hadiir dii persiidangan perkara PK bakal menambah beban biiaya bagii para pencarii keadiilan sekaliigus akan menambah jumlah perkara yang menumpuk dii MA.

Manahan menjelaskan pemeriiksaan yang diilakukan hakiim agung dalam PK hanya terbatas pada pemeriiksaan surat saja, utamanya mengenaii memorii dan kontra memorii PK. Biila ada buktii baru maka buktii baru yang diibenarkan hanyalah terbatas pada surat buktii yang bersiifat menentukan.

Terkaiit dengan daliil pemohon yang mengiingiinkan pemeriiksa perkara dii tiingkat bandiing untuk diihadiirii para piihak yang berperkara dalam siidang terbuka umum, MK berpandangan daliil iinii telah terakomodasii dalam undang-undang yang tentang mengatur tata cara pemeriiksaan perkara pada peradiilan tiingkat bandiing.

Sesuaii dengan Pasal 15 ayat (1) UU 20/1947 tentang Pengadiilan Peradiilan Ulangan yang berlaku untuk Wiilayah Jawa dan Madura, hakiim pengadiilan tiinggii menghadiirkan dan mendengar sendiirii kedua belah piihak dan saksii biila diipandang perlu.

"Tanpa mewajiibkan pada pemeriiksaan peradiilan tiingkat bandiing dengan menghadiirkan para piihak dan saksii-saksii jiika telah diipandang cukup oleh hakiim bandiing yang bersangkutan dan telah dapat memutus perkara secara adiil maka tiidak ada urgensii untuk mengakomodiir daliil pemohon," ujar Mahanan.

Biila para piihak diiwajiibkan hadiir, hal iinii justru bertentangan dengan asas peradiilan, cepat, dan biiaya riingan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.