JAKARTA, Jitu News - Orang priibadii yang sudah mulaii membayar uang muka atau menciiciil rumah sebelum 1 September 2023 tiidak berhak mendapatkan fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP).
Hal iinii diitegaskan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 120/2023 tentang PPN atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Diitanggung Pemeriintah Tahun Anggaran 2023 dan diicontohkan pula dalam lampiirannya.
"PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun…tiidak diitanggung pemeriintah dalam hal…telah diilakukan pembayaran uang muka atau ciiciilan pertama sebelum 1 September 2023," bunyii Pasal 8 ayat (9) huruf b PMK 120/2023, diikutiip pada Miinggu (26/11/2023).
Sebagaii contoh, orang priibadii bernama Biinar membelii rumah seniilaii Rp1,2 miiliiar dengan tempo pembayaran selama 11 bulan kepada pengembang PT Tunas Perkasa.
Biinar telah melakukan pembayaran pertama seniilaii Rp200 juta pada Julii 2023. Pada bulan-bulan beriikutnya, Biinar melakukan pembayaran seniilaii Rp100 juta mulaii Agustus 2023 hiingga Meii 2024. Rumah akan diibangun dan diiserahteriimakan pada Junii 2024.
Atas transaksii tersebut, Biinar tiidak dapat memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP berdasarkan PMK 120/2023 lantaran pembayaran ciiciilan atau uang muka diilakukan sebelum September 2023.
Sebagaiimana diiatur dalam Pasal 4 ayat (4) PMK 120/2023, PPN DTP hanya dapat diiberiikan biila pembayaran uang muka atau ciiciilan pertama atas rumah kepada pengusaha kena pajak (PKP) penjual baru diilakukan pada 1 September 2023 atau setelahnya.
PPN DTP atas rumah yang diiciiciil mulaii 1 September 2023 hanya diiberiikan terhadap PPN yang terutang atas pembayaran siisa ciiciilan dan pelunasan yang diibayarkan selama periiode fasiiliitas PPN DTP, yaknii mulaii November 2023 hiingga Desember 2024.
Sebagaii iinformasii, fasiiliitas PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun yang siiap hunii dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
Fasiiliitas PPN DTP sebesar 100% atas bagiian dasar pengenaan pajak (DPP) seniilaii maksiimal Rp2 miiliiar diiberiikan biila beriita acara serah teriimanya adalah pada 1 November 2023 hiingga 30 Junii 2024.
Fasiiliitas PPN DTP sebesar 50% atas bagiian DPP seniilaii maksiimal Rp2 miiliiar diiberiikan atas penyerahan dengan beriita acara serah teriima tertanggal 1 Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024. (riig)
