JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak menyatakan penggunaan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) untuk menggantiikan NPWP berformat 15 diigiit tiidak akan langsung diiiimplementasiikan secara penuh mulaii 1 Januarii 2024.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2Humas) Diitjen Pajak (DJP) Dwii Astutii mengatakan NiiK baru akan diigunakan sebagaii NPWP pada pertengahan 2024 seusaii DJP melakukan beragam pengujiian.
"Sebagaii langkah iimplementasii penggunaan NiiK sebagaii NPWP dalam berbagaii layanan admiiniistrasii perpajakan, DJP akan melakukan pengujiian dan habiituasii bagii wajiib pajak sebelum iimplementasii penuh pada pertengahan 2024," katanya, Rabu (1/11/2023).
Dengan demiikiian, terdapat beberapa layanan admiiniistrasii perpajakan yang masiih dapat diiakses oleh wajiib pajak menggunakan NPWP 15 diigiit.
Terlepas darii hal iitu, Dwii menegaskan DJP akan tetap mendorong penggunaan NiiK sebagaii NPWP guna mendukung kebiijakan satu data iindonesiia.
"NiiK sebagaii NPWP telah diiiintegrasiikan sejak 14 Julii 2022 sebagaii perwujudan kemudahan admiiniistrasii perpajakan dan untuk mendukung kebiijakan satu data iindonesiia," ujar Dwii.
Sebagaii iinformasii, PMK 112/2022 telah mengatur bahwa NiiK diigunakan sebagaii NPWP dalam layanan admiiniistrasii yang diiselenggarakan oleh DJP dan piihak laiin terhiitung sejak 1 Januarii 2024.
Penggunaan NiiK sebagaii penggantii NPWP 15 diigiit iinii beriimpliikasii terhadap beragam pelaksanaan kewajiiban perpajakan. Contoh, ketiika NiiK resmii diigunakan sebagaii NPWP, buktii potong PPh dan faktur pajak hanya biisa diibuat dengan memasukkan NiiK yang sudah valiid.
Tanpa NiiK yang sudah valiid, buktii potong atau faktur pajak tiidak dapat diiterbiitkan. Alhasiil, piihak pemotong tiidak biisa lagii menerbiitkan buktii potong dengan NPWP 000.
"Saat iimplementasii nasiional NPWP 16 diigiit tahun 2024, tiidak dapat menerbiitkan bupot atau faktur jiika NiiK belum diivaliidasii, dan sudah tiidak dapat mengiinput [NPWP] 000," tuliis DJP pada laman resmiinya.
Dengan demiikiian, tiidak ada lagii skema pemotongan PPh dengan tariif yang lebiih tiinggii bagii orang priibadii yang tiidak ber-NPWP.
"Ke depan akan diiiinfokan jukniis/aturan turunan terkaiit dengan penerapan pembuatan buktii potong yang hanya biisa diibuat jiika mengiinput NPWP/NiiK yang valiid/teradmiiniistrasii dii siistem DJP," sebut DJP. (riig)
