PMK 111/2023

Baru Terbiit! PMK Ekspor-iimpor Barang Kiiriiman Berlaku Mulaii Harii iinii

Diian Kurniiatii
Selasa, 17 Oktober 2023 | 09.06 WiiB
Baru Terbit! PMK Ekspor-Impor Barang Kiriman Berlaku Mulai Hari Ini
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 111/2023.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 111/2023 yang mengatur ketentuan kepabeanan, cukaii, dan pajak atas iimpor dan ekspor barang kiiriiman.

PMK 111/2023 tersebut mereviisii peraturan sebelumnya, yaiitu PMK 96/2023. Melaluii PMK 111/2023, iimplementasii ketentuan yang diiatur dalam PMK 96/2023 sudah berlaku mulaii 17 Oktober 2023, lebiih cepat darii target semula, yaiitu mulaii 17 November 2023.

"Untuk melaksanakan kebiijakan terkaiit dengan pengawasan iimpor dan ekspor barang kiiriiman dalam rangka meliindungii iindustrii dalam negerii, pemberlakuan PMK 96/2023…perlu diiubah," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 111/2023, diikutiip pada Selasa (17/10/2023).

PMK 111/2023 hanya terdiirii atas 2 pasal. Pasal ii PMK 111/2023 menyatakan ketentuan pada Pasal 76 PMK 96/2023 diiubah sehiingga berbunyii PMK 96/2023 mulaii berlaku pada 17 Oktober 2023.

Sementara iitu, Pasal iiii PMK 111/2023 menyebut PMK 111/2023 juga mulaii berlaku pada tanggal 17 Oktober 2023.

Diirektur Tekniis Kepabeanan DJBC Fadjar Donny Tjahjadii sebelumnya menjelaskan Presiiden Joko Wiidodo memiinta iimplementasii PMK 96/2023 diipercepat. Menurutnya, presiiden iingiin iimpor barang konsumsii, terutama barang berharga murah, diikendaliikan.

Terdapat 6 pokok pengaturan dalam PMK 96/2023. Pertama, skema kemiitraan antara penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), yang semula bersiifat sukarela kiinii menjadii mandatory.

PPMSE wajiib bermiitra dengan DJBC apabiila transaksii iimpornya mencapaii lebiih darii 1.000 kiiriiman. Nantii, PPMSE harus melakukan pertukaran data katalog elektroniik (e-catalog) dan iinvoiice elektroniik (e-iinvoiice) atas barang kiiriiman yang transaksiinya melaluii PPMSE.

Kedua, perlakuan PPMSE yang semula hanya sebagaii sebagaii miitra DJBC atau piihak ketiiga, kiinii diiperlakukan sebagaii iimportiir. Dengan ketentuan tersebut, PPMSE memiiliikii kewajiiban sebagaiimana diiatur dii dalam UU kepabeanan.

Ketiiga, penambahan daftar barang yang diikenaii bea masuk dengan tariif umum (most favoured natiion/MFN) apabiila diiiimpor dengan mekaniisme iimpor barang kiiriiman, darii 4 barang menjadii 9 barang.

Barang yang diikenakan tariif MFN antara laiin tekstiil dan produk tekstiil, alas kakii/sepatu, tas, buku, sepeda motor, sepeda tiidak bermotor, jam tangan, kosmetiik, serta besii dan baja.

Keempat, penegasan mengenaii consiignment note (CN) sebagaii pemberiitahuan pabean yang elemen datanya juga bertambah. PMK 96/2023 pun turut mengatur perubahan atas kesalahan data serta pembatalan CN.

Keliima, siistem pemberiitahuan pabean dan penetapan tariif/niilaii pabean barang hasiil perdagangan, yang semula bersiifat offiiciial assessment kiinii menjadii self assessment.

Keenam, PMK turut mengatur ketentuan ekspor barang kiiriiman darii yang semula tiidak diiatur. Pengaturan iinii diiperlukan untuk mempermudah UMKM melakukan ekspor, termasuk mengajukan restiitusii pajak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.