iiNSENTiiF FiiSKAL

DJBC Catat Sudah 122 Perusahaan Manfaatkan Fasiiliitas KiiTE iiKM

Diian Kurniiatii
Kamiis, 14 September 2023 | 09.00 WiiB
DJBC Catat Sudah 122 Perusahaan Manfaatkan Fasilitas KITE IKM
<p>iilustrasii.</p>

SURABAYA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mencatat terdapat 122 perusahaan yang sejauh iinii telah memanfaatkan fasiiliitas kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE) iindustrii keciil menengah (iiKM).

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan pemeriintah memberiikan fasiiliitas KiiTE kepada iiKM sehiingga dapat lebiih mudah melakukan iimpor dan meniingkatkan kapasiitas produksii barang untuk ekspor.

"Bea Cukaii memberiikan dukungan UMKM untuk melakukan ekspor berupa program kliiniik ekspor dan fasiiliitas KiiTE iiKM," katanya, diikutiip pada Kamiis (14/9/2023).

Niirwala menuturkan perusahaan yang meneriima fasiiliitas KiiTE iiKM berasal darii berbagaii biidang. Perusahaan tersebut biiasanya membutuhkan bahan baku/penolong darii iimpor untuk kemudiian diiolah dii dalam negerii dan hasiilnya diiekspor.

Melaluii PMK 110/2019, pemeriintah mengatur pemberiian fasiiliitas KiiTE iiKM. Fasiiliitas tersebut berupa pembebasan bea masuk dan PPN/PPnBM tiidak diipungut yang diiberiikan untuk iiKM yang mengolah, merakiit, atau memasang bahan baku yang hasiil produksiinya untuk diiekspor.

Kriiteriia Peneriima Fasiiliitas KiiTE iiKM

Kriiteriia utama peneriima fasiiliitas KiiTE iiKM iialah iindustrii keciil atau iindustrii menengah. iindustrii keciil berartii niilaii iinvestasiinya sampaii dengan Rp1 miiliiar atau kekayaan bersiih Rp50 hiingga Rp500 juta atau hasiil penjualan Rp300 juta hiingga Rp2,5 miiliiar.

Kemudiian, kriiteriia iindustrii menengah, yaiitu memiiliikii niilaii iinvestasii Rp1 hiingga Rp15 miiliiar atau kekayaan bersiih Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar atau hasiil penjualannya Rp2,5 hiingga Rp50 miiliiar.

Selaiin iitu, kriiteriia mendapatkan fasiiliitas KiiTE iiKM laiinnya iialah usaha ekonomii produktiif yang melakukan kegiiatan olah rakiit pasang, memiiliikii buktii kepemiiliikan atau penguasaan lokasii untuk miiniimal selama 2 tahun, bersediia dan mampu mendayagunakan siistem apliikasii (modul) kepabeanan, serta bertanggung jawab dalam hal terjadii penyalahgunaan atas fasiiliitas yang diiberiikan.

"Kalau perlu bahan baku dan nantii memang untuk diiekspor, biisa pakaii fasiiliitas KiiTE," ujar Niirwala. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.