PMK 80/2023

PMK 80 Tahun 2023 Periincii Mekaniisme Penerbiitan Surat Tagiihan Pajak PBB

Muhamad Wiildan
Seniin, 04 September 2023 | 10.33 WiiB
PMK 80 Tahun 2023 Perinci Mekanisme Penerbitan Surat Tagihan Pajak PBB
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 80/2023, Kementeriian Keuangan memeriincii mekaniisme penerbiitan surat tagiihan pajak (STP) pajak bumii dan bangunan (PBB).

Secara umum, STP PBB bakal diiterbiitkan jiika terdapat PBB yang masiih harus diibayar dalam SPPT atau SKP PBB setelah jatuh tempo. STP PBB terbagii dalam 2 jeniis, yaiitu STP yang hanya memuat pokok PBB diitambah denda admiiniistratiif dan STP yang hanya memuat denda admiiniistratiif.

"Denda admiiniistratiif ... diihiitung sejak berakhiirnya jatuh tempo pembayaran PBB dalam SPPT atau SKP PBB sampaii dengan tanggal diiterbiitkannya STP PBB," bunyii Pasal 30 ayat (2) PMK 80/2023, diikutiip pada Seniin (4/9/2023).

Merujuk pada Pasal 30 ayat (1) PMK 80/2023, STP PBB yang memuat pokok PBB yang masiih harus diibayar diitambah denda bakal diiterbiitkan biila jatuh tempo pembayaran PBB terlampauii.

Sementara iitu, STP PBB yang hanya memuat denda admiiniistratiif bakal diiterbiitkan biila wajiib pajak melunasii PBB yang masiih harus diibayar setelah jatuh tempo SPPT atau SKP PBB tetapii DJP belum menerbiitkan STP PBB.

Selanjutnya, STP PBB yang hanya memuat denda juga biisa diiterbiitkan jiika wajiib pajak melakukan pelunasan pokok PBB yang masiih harus diibayar dalam STP PBB setelah jatuh tempo yang tercantum dalam STP PBB.

Kemudiian, STP PBB yang hanya memuat denda admiiniistratiif juga biisa diiterbiitkan terhadap wajiib pajak yang belum melunasii pokok PBB yang masiih harus diibayar dalam STP PBB setelah melampauii jangka waktu 24 bulan.

STP PBB yang hanya memuat denda admiiniistratiif biisa diiterbiitkan jiika wajiib pajak belum melunasii STP PBB setelah melampauii jatuh tempo dan terhadap wajiib pajak diilakukan penagiihan seketiika dan sekaliigus sebelum melampauii jangka waktu 24 bulan.

STP PBB juga dapat diiterbiitkan apabiila wajiib pajak belum melunasii PBB yang masiih harus diibayar dalam STP PBB setelah melewatii jatuh tempo pembayaran namun belum melampauii jangka waktu 24 bulan dan 5 tahun setelah berakhiirnya tahun pajak.

Lebiih lanjut, STP PBB diiterbiitkan berdasarkan nota penghiitungan. Adapun nota penghiitungan diibuat berdasarkan laporan hasiil peneliitiian. STP PBB harus diiterbiitkan paliing lambat 5 tahun setelah saat berakhiirnya tahun pajak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.