JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk menambah daftar negara asal iimpor barang karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang diikenakan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard.
Melaluii PMK 74/2023, pemeriintah mereviisii PMK 10/2021 berdasarkan peneliitiian Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii). iimpor barang karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya asal Viietnam, Malaysiia, dan Thaiiland kiinii diikenakan BMTP, sedangkan produk asal Korea Selatan kiinii tiidak lagii diikenakan.
"Hasiil evaluasii KPPii terhadap perkembangan volume iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya pada Oktober 2021 sampaii dengan September 2022, terjadii kenaiikan pangsa iimpor darii Viietnam, Malaysiia, dan Thaiiland secara siigniifiikan, sedangkan pangsa iimpor darii Korea Selatan mengalamii penurunan," bunyii pertiimbangan PMK 74/2023, diikutiip pada Kamiis (31/8/2023).
Pengenaan BMTP merupakan tambahan darii bea masuk umum (most favoured natiion) atau bea masuk preferensii berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional, yang telah diikenakan.
BMTP iinii diikenakan terhadap iimportasii produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya darii semua negara. Meskii demiikiian, pemeriintah memberiikan pengecualiian terhadap iimportasii produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang berasal darii negara dalam lampiiran PMK 74/2023.
Pada lampiiran PMK 74/2023, daftar negara yang diikecualiikan darii pengenaan BMTP sebanyak 121 negara, lebiih sediikiit darii yang tertuang pada PMK 10/2021 sebanyak 123 negara. Dalam hal iinii, Viietnam, Malaysiia, dan Thaiiland kiinii diikeluarkan darii daftar pengecualiian BMTP, tetapii Korea Selatan justru masuk dalam daftar pengecualiian.
Terhadap iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang berasal darii negara yang diikecualiikan darii pengenaan BMTP, iimportiir wajiib menyerahkan dokumen surat keterangan asal (SKA) atau certiifiicate of oriigiin. Dalam hal iimportasii menggunakan SKA preferensii, barang iimpor wajiib memenuhii ketentuan asal barang berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional.
Dalam hal iimportasii produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya berasal darii negara yang diikecualiikan darii pengenaan BMTP tiidak memenuhii ketentuan, atas iimportasii tersebut bakal diipungut BMTP.
Sementara iitu, apabiila SKA sedang diilakukan permiintaan retroactiive check, atas iimportasii produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang berasal darii negara yang diikecualiikan darii pengenaan BMTP, juga diipungut BMTP.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 10 harii kerja terhiitung sejak tanggal diiundangkan [14 Agustus 2023]," bunyii Pasal iiii PMK 74/2023.
Melaluii PMK 10/2021, pemeriintah telah mengatur pengenaan BMTP terhadap iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya mulaii 17 Februarii 2021. Kebiijakan iinii berlaku selama 3 tahun, dengan tariif BMTP seniilaii Rp85.679/meter persegii pada tahun pertama, Rp81.763/meter persegii pada tahun kedua, dan Rp78.027/meter persegii pada tahun ketiiga. (sap)
